BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menggelar sosialisasi keselamatan masyarakat dan edukasi kedaruratan bagi warga di Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan ring satu operasional kilang.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara BPBD dan KPB untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas operasional kilang.
“Seiring adanya perkembangan di Kilang Pertamina Balikpapan, masyarakat perlu mendapatkan informasi terbaru mengenai prosedur keselamatan. Dengan begitu, apabila terjadi situasi kedaruratan, masyarakat dapat lebih cepat memahami kondisi dan mengambil langkah yang tepat sebelum petugas melakukan penanganan,” ujar Usman.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi inisiatif KPB yang melibatkan masyarakat dalam edukasi kebencanaan. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain, khususnya kawasan yang berada di sekitar operasional kilang.
“Kami berharap sosialisasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah ring satu. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat di sekitar kawasan kilang, sehingga dapat meminimalkan risiko dan kepanikan,” katanya.
Selain mendapatkan materi mengenai prosedur tanggap darurat, warga juga diberikan edukasi mengenai cara menangani kebakaran skala kecil yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga, seperti kebakaran akibat kompor maupun tabung gas.
Peserta turut mengikuti praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bekal menghadapi kondisi darurat.
“Praktik ini bertujuan membantu masyarakat menangani kebakaran pada kategori api kecil. Namun, yang paling utama adalah masyarakat memahami informasi keselamatan yang berkaitan dengan aktivitas kilang di sekitar tempat tinggal mereka,” jelas Usman.
Sementara itu, Camat Balikpapan Barat, Erwin, menyampaikan apresiasi kepada BPBD dan KPB atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di empat kelurahan yang berada dekat dengan kawasan kilang, yakni Kelurahan Baru Tengah, Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu.
Ia menilai, sosialisasi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kegiatan ini menjadi penyegaran kembali bagi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dan bahaya kebakaran. Apalagi Kecamatan Balbar memiliki kedekatan dengan kawasan Kilang Pertamina, sehingga warga perlu terus meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap penggunaan instalasi listrik maupun menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan,” ujar Erwin.
Erwin berharap para ketua RT yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan materi sosialisasi kepada warga di lingkungan masing-masing, sehingga informasi keselamatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama seluruh kelurahan juga rutin mengingatkan masyarakat dalam setiap pertemuan mengenai pentingnya pencegahan kebakaran. Upaya tersebut dilakukan agar potensi kebakaran kecil tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan membahayakan permukiman warga.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kebakaran pada tahap awal, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.
Selain itu, sosialisasi juga menjadi upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.
“Kegiatan ini membahas berbagai materi, mulai dari langkah-langkah evakuasi saat terjadi bencana, pentingnya mengenali potensi risiko di sekitar lingkungan, hingga cara melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Asep.
Menurut Asep, sosialisasi tersebut juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih sigap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. Selain penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penanganan bencana.
Ia menyebut, kegiatan edukasi serupa tidak hanya dilaksanakan di Balikpapan Barat, tetapi juga di wilayah Balikpapan Kota. Di Balikpapan Barat, kegiatan diikuti 172 peserta, sedangkan di Balikpapan Kota diikuti 94 peserta.
“Kami berharap terjalin sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan serta meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkasnya.






