Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Penyaluran BBM di Kota Bontang

BONTANG – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan terus memperkuat penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bontang. Langkah tersebut dilakukan menyusul peningkatan aktivitas pembelian yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa Pertamina telah mengevaluasi pola penyaluran dan menyiapkan sejumlah langkah operasional untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pada periode 29 hingga 31 Agustus 2026, Pertamina menambah pengiriman Pertalite sebanyak empat mobil tangki berkapasitas masing-masing 16 kiloliter atau total 64 kiloliter. Penguatan suplai ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus membantu mengurai antrean di SPBU,” ujar Edi.

Selain menambah pengiriman, Pertamina akan melakukan uji coba pola distribusi dua kali sehari mulai 1 September 2026. Pengiriman dilakukan pada pagi hari untuk kebutuhan penyaluran pada hari berjalan dan sore hari untuk memperkuat persediaan SPBU pada hari berikutnya. Melalui pola tersebut, ketersediaan BBM di SPBU diharapkan lebih terjaga sejak awal jam pelayanan.

Edi menjelaskan, antrean turut dipengaruhi oleh penerapan sanksi terhadap salah satu SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran berat dalam penyaluran BBM bersubsidi. Penghentian sementara pelayanan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

“Selama penghentian sementara pelayanan, alokasi BBM SPBU tersebut telah dialihkan ke SPBU lain di Kota Bontang. Pertamina terus memantau stok dan pola pelayanan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” jelas Edi.

Pertamina juga mengingatkan seluruh pengelola SPBU untuk melakukan verifikasi kesesuaian QR Code dengan fisik kendaraan serta mencegah pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan. Pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan, menggunakan QR Code yang sesuai dengan kendaraan, serta tidak melakukan pembelian berulang untuk diperjualbelikan kembali. SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen dan bukan tempat pengambilan produk untuk dijual kembali,” tutup Edi.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan laporan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Customer Solutions 135 yang siap melayani selama 24 jam. Informasi terkini juga dapat diakses melalui kanal media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *