Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Dampingi 133 Pelaku UMK, dari Produk yang Dikenal Menuju Usaha yang Berkembang

BALIKPAPAN– PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyelenggarakan Pelatihan Skala Regional Kalimantan Pertamina UMK Academy 2026 bagi 133 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pada Kamis (29/10). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pelaku UMK dalam membangun identitas merek, memperluas pasar, dan mengembangkan produk agar usahanya semakin berdaya saing.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya Pertamina membuka kesempatan bagi pelaku UMK untuk belajar dan mengembangkan usaha. Melalui pelatihan ini, Pertamina ingin membantu peserta memahami langkah pengembangan usaha yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

“Kami berharap, melalui materi yang disampaikan kedua narasumber, para peserta memperoleh wawasan dan inspirasi baru yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha masing-masing,” ujar Edi.

Bagi pelaku UMK, mengembangkan usaha tidak berhenti pada menghasilkan produk berkualitas. Mereka juga perlu memperkenalkan keunggulan produk, memahami kebutuhan pelanggan, serta membangun kepercayaan agar konsumen kembali membeli.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Rumah BUMN Balikpapan menyelenggarakan pelatihan secara hybrid yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan. Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang membagikan pengalaman mengembangkan bisnis kuliner melalui penguatan merek, pemasaran, perluasan usaha, dan inovasi produk.

Devina, pemilik Barra’s Kitchen, membawakan materi “From Local to Growth: Strategi Branding, Pemasaran, dan Ekspansi Bisnis UMKM”. Melalui sesi ini, peserta mempelajari cara membangun identitas merek agar produk lebih mudah dikenali, menyusun strategi pemasaran sesuai karakteristik konsumen, serta mengenali peluang perluasan usaha.

Sementara itu, Khalid Dhava, CEO RM Torani, menyampaikan materi “Inovasi Produk dan Strategi Meningkatkan Daya Saing UMKM Kuliner”. Materi ini menekankan pentingnya memahami kebutuhan konsumen sebagai dasar pengembangan produk serta menyusun strategi agar usaha tetap menarik dan mampu bersaing.

Melalui kedua sesi tersebut, peserta diharapkan dapat mengenali aspek usaha yang perlu diperkuat, mulai dari cara memperkenalkan produk hingga menentukan inovasi yang sesuai dengan kemampuan bisnis. Pengetahuan ini menjadi bekal untuk menyusun langkah pengembangan usaha secara bertahap.

Bagi Devita, salah satu peserta, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun jejaring dan saling mendukung antarpelaku usaha. Ia berharap Pertamina UMK Academy terus menjadi ruang belajar yang mendampingi pelaku UMK dalam menghadapi tantangan usaha.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini. Harapannya, program ini bisa membentuk ekosistem komunitas yang sehat dan saling memberikan dampak positif, serta terus membersamai dan memberikan dukungan terbaik bagi saya dan kami sebagai pelaku UMKM,” ungkap Devita.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertamina UMK Academy 2026 di Regional Kalimantan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui pembelajaran, pendampingan, dan kolaborasi, Pertamina terus mendukung pelaku UMK agar semakin percaya diri memperkenalkan produk lokal, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *