Disdamkartan Keliling Pemukiman Warga, Ingatkan Waspada Musibah Kebakaran di Bulan Ramadan

TENGGARONG, kaltimonline.com – Pada bulan Ramadan tahun ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) giat melakukan patrol keliling untuk mengantisipasi musibah kebakaran.

Patroli keliling ini dilakukan di permukiman warga. Dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi pengeras suara, petuas menghimbau masyarakat agar waspada musibah kebakaran. Baik di waktu sahur, waktu berbuka puasa, hingga shalat tarawih.

Paslanya, tiga kegiatan ini merupakan waktu krusial dan bisa terjadi kelalaian pada manusia.

“Orang harus bangun tengah malam memasak, kemudian berbuka ada euforia untuk makan bersama-sama, lalu ketika memasuki ibadah tarawih ke masjid bisa terlupa memeriksa keadaan rumah, listrik dan kompor,” kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, Senin (18/3/2024).

Fida menyebut keteledoran atau human error menjadi faktor utama penyebab musibah kebakaran di Ramadan.

Menurutnya, secara teori kebakaran biasanya memang meningkat saat bulan puasa.

Patroli di kawasan padat penduduk pun menjadi salah satu upaya mengantisipasi kemungkinan tersebut. Sebelum Ramadan, patorli yang sama juga sudah dilakukan. Hanya saja, kata dia, intensitasnya ditingkatkan selaa bulan puasa berlangsung.

“Tapi selama bulan puasa kita padatkan, selesai tarawih dan setelah sahur. Artinya ada jadwal tambahan untuk imbauan-imbauan dengan audio lewat pengeras suara, berkendaraan keliling,” jelasnya.

Tidak hanya di Tenggarong, patroli serupa juga dilakukan di kecamatan dan kelurahan/desa lain di Kukar. Patroli imbauan di kecamatan dijalankan oleh para relawan.

“Kita melakukan sosialisasi meningkatkan kewaspadaan dan menjaga rasa aman nyaman tenteram di bulan suci Ramadan ini, dalam konteks musibah kebakaran,” tuturnya.

Dia mengimbau, masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati di rumah. Periksa kembali api kompor dan pastikan sudah benar-benar tidak menyala.

Kemudian, sambungan kabel yang masih menyala atau melekat bisa dilepas jika sudah tidak difungsikan lagi. Patroli ini juga untuk mempercepat waktu respons petugas, jika sewaktu waktu terjadi musibah kebakaran.(adv/diskominfo kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *