BALIKPAPAN-Pengelolaan sampah di Kota Balikpapan terus didorong melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Salah satunya melalui dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kepada sejumlah bank sampah di Kota Balikpapan.
Penyerahan bantuan tersebut digelar di Ruang Rapat Jahe, Lantai 2 Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan dipimpin Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana, didampingi Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Siti Patimah.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan kecamatan, pengurus bank sampah dari berbagai wilayah di Balikpapan, serta jajaran PHM, termasuk Senior Manager Projects Faisal Akbar dan Head of Communication Relations and Community Involvement Development (Comrel & CID) PHM Achmad Krisna.
Sudirman mengatakan, keberadaan bank sampah saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi sebagai tempat masyarakat menabung sampah. Bank sampah telah menjadi bagian dari gerakan edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi sirkular.
Menurutnya, sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah dan dikelola sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Karena itu, dukungan dari dunia usaha melalui program CSR dinilai memiliki arti penting untuk memperkuat keberlanjutan gerakan bank sampah di Balikpapan.
“Bank sampah hari ini bukan lagi sekadar tempat menabung sampah. Bank sampah telah menjadi pusat edukasi lingkungan, penggerak ekonomi sirkular sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat,” ujar Sudirman.
Ia menilai bantuan tersebut dapat menjadi tambahan energi bagi para pengelola dan penggiat bank sampah, untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Selain meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, keberadaan bank sampah juga diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Sudirman menegaskan, penyerahan bantuan tersebut bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat adalah kunci utama pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah Balikpapan menjadi garda terdepan dalam mendorong gerakan memilah sampah dari rumah tangga. Dukungan dari dunia usaha diharapkan membuat gerakan tersebut semakin kuat dan konsisten.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dapat terus dijaga. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, target menjadikan Balikpapan sebagai kota yang bersih dan hijau dinilai semakin memungkinkan untuk diwujudkan.
“Bank sampah adalah garda terdepan dalam gerakan pilah sampah dari rumah. Dukungan CSR seperti ini menjadi bahan bakar penting agar semangat tersebut tidak padam,” tuturnya.
Melalui penguatan peran bank sampah, DLH Balikpapan berharap kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari sumbernya semakin meningkat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pola pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat.(*)






