BALIKPAPAN– Upaya menjaga kawasan pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Salah satunya melalui penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana bersama Gubernur Kalimantan Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, instansi vertikal, perangkat daerah, mitra pembangunan, dunia usaha serta komunitas pemerhati lingkungan.
Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026.
Penanaman mangrove tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya konkret memperkuat perlindungan ekosistem pesisir. “Mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami kawasan pantai dari abrasi, habitat berbagai jenis flora dan fauna, sekaligus penyerap karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Bagi Balikpapan yang memiliki kawasan pesisir cukup luas, keberadaan ekosistem mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan melindungi kawasan pesisir dari berbagai tekanan ekologis.
Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana menilai pelestarian mangrove membutuhkan komitmen jangka panjang dan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan mangrove tetap terjaga.
“Pelestarian lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi,” ujarnya.
Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Timur kepada sekolah-sekolah yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan lingkungan.
Kegiatan turut dilengkapi sesi teleconference bersama pemerintah pusat. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kebijakan lingkungan hidup antara pemerintah pusat dan daerah.
Sudirman berharap momentum Hari Mangrove Sedunia tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan terpelihara secara berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana menjaga dan merawatnya agar memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” katanya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Balikpapan berharap perlindungan ekosistem mangrove dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan kawasan pesisir yang sehat, tangguh dan mampu menopang kehidupan masyarakat di masa depan.(*)






