BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan meraih dua penghargaan dalam ajang Innovation Award FFPM (Forum Fasilitas Produksi Migas) 2026. Dua inovasi yang diusung RU V Balikpapan berhasil masuk Top 5 dari 40 finalis dan membawa pulang penghargaan Best Innovation Award serta Runner-Up Innovation Award.
Ajang yang diselenggarakan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) tersebut berlangsung pada 1–3 September 2026 di InterContinental Bandung.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Novie Handoyo Anto mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami mengapresiasi kontribusi dan kolaborasi seluruh insan RU V Balikpapan yang telah menghadirkan inovasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dua penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan dampak konkret, baik dalam peningkatan kinerja operasional, optimalisasi aset dan produk, maupun penciptaan nilai bagi perusahaan,” ujar Anto.
Penghargaan Best Innovation Award diraih melalui inovasi berjudul “Enhancing the Production Capacity of Pertamina Dex Through New Formulation and Modification of Product Facilities at Refinery Unit V Balikpapan.”
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Adimas Prasetyaaji, Ferdana Eldriansyah, Agya Kumala Asri, Agung Aldi Saputra, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Deden Riskianandika, dan Rendy Bayu Aji Suhaedy.
Sementara penghargaan Runner-Up Innovation Award diraih melalui inovasi “Enhancing the Quality of Low-Value Slop into New Product Light Intermediate (LIT) as Feedstock for TPPI Tuban Refinery Through ‘SENSATION’ Innovative Method at Pertamina Balikpapan Refinery to Support Pertamina’s Profit Growth.”
Inovasi kedua dikembangkan oleh Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Mahardita Cahyuningtyas, Happy Ramadhan, Akhmad Fadillah, Muhammad Rahadian Hidayat, Moh Taufiq Anwar, dan Sandy Kurnia Arifda Ramadhan.
Anto mengatakan inovasi menjadi bagian strategis dalam menghadapi dinamika industri energi. Menurut dia, pengembangan inovasi diperlukan untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya perusahaan sekaligus menghasilkan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Bagi kami, inovasi tidak sekadar menghadirkan cara kerja yang lebih efisien, tetapi juga bagaimana sebuah gagasan mampu menjawab tantangan, menciptakan value, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Semangat ini akan terus kami perkuat agar RU Balikpapan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap peningkatan kinerja dan pertumbuhan bisnis Pertamina,” tambahnya.
Keberhasilan kedua inovasi tersebut juga didukung kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan Engineering & Development, Refinery Business Optimization (RBO), dan Produksi.
Kolaborasi dilakukan sejak identifikasi tantangan operasional, pengembangan solusi, hingga penerapan inovasi yang menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Perolehan dua penghargaan tersebut memperkuat komitmen Pertamina RU V Balikpapan untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja, mengoptimalkan aset dan produk, serta mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Melalui pengembangan budaya inovasi, RU V Balikpapan terus mendorong lahirnya solusi baru yang relevan dengan kebutuhan operasional dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.






