BALIKPAPAN – Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menggelar Airport Emergency Committee (AEC) Meeting, Airport Security Committee (ASC) Meeting III, dan simulasi Table Top Exercise 2026, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Bandara SAMS Sepinggan tersebut bertujuan menguji koordinasi, komunikasi, serta efektivitas penanganan keadaan darurat dan keamanan penerbangan secara terpadu.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan sinergi antar-stakeholder diperlukan untuk menghadapi dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil.
“Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bandara merupakan hal yang mutlak,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, pelaksanaan AEC Meeting dilakukan minimal satu kali dalam setahun dan dirangkaikan dengan Table Top Emergency Exercise. Sementara itu, berdasarkan KM 39 Tahun 2024, pertemuan komite keamanan bandara dilaksanakan minimal empat kali dalam setahun.
“Sesuai ketentuan, Airport Emergency Committee Meeting dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun dan dirangkaikan dengan Table Top Emergency Exercise. Sementara itu, berdasarkan KM 39 Tahun 2024, pertemuan komite keamanan bandara dilakukan minimal empat kali dalam setahun, di mana pertemuan ke-III tahun ini kami padukan dengan Table Top Security Exercise,” terang Iwan.
Ia mengatakan simulasi tersebut juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman antarinstansi mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat maupun ancaman keamanan di kawasan bandara.
“Melalui simulasi Table Top Exercise, seluruh anggota komite diajak menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing instansi saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area bandara,” tambah Iwan.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Di antaranya Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Otoritas Bandara Wilayah VII, Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Balai Karantina, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta rumah sakit dan puskesmas rujukan.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas sejumlah langkah kesiapsiagaan, termasuk penetapan jalur komunikasi darurat, penyediaan perangkat radio HT antarinstansi, penentuan transisi status keamanan, serta percepatan respons sesuai standar operasional penerbangan.
Pelaksanaan AEC, ASC, dan Table Top Exercise tersebut menjadi bagian dari upaya Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat dan potensi gangguan keamanan.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menyatakan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan standar keselamatan serta keamanan penerbangan sebagai salah satu pintu masuk utama menuju Kalimantan Timur.






