Dua SPBU Baru Dibidik di Balikpapan, Hiswana Migas Siapkan Lokasi di Martadinata dan Kilometer 13

BALIKPAPAN – Upaya menambah kapasitas pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan terus didorong. Pertamina Patra Niaga bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) memperkuat sinergi untuk memperluas jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus mengatasi persoalan antrean dan pemerataan distribusi energi.

Ketua Hiswana Migas Balikpapan, Christofel, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan pembangunan dua SPBU baru di Kota Balikpapan. Salah satu lokasi yang dibidik berada di Jalan Martadinata, sedangkan lokasi lainnya direncanakan di kawasan Kilometer 13.

Khusus untuk rencana pembangunan SPBU di Kilometer 13, proses pengurusan perizinan masih berlangsung, baik kepada Pertamina maupun Pemerintah Kota Balikpapan.

Penambahan dua SPBU tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan dan mempermudah masyarakat memperoleh BBM, terutama setelah antrean sempat terjadi di sejumlah SPBU.

Christofel mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan pembangunan SPBU modular sebagai alternatif untuk menyesuaikan kebutuhan pelayanan dengan keterbatasan lahan di sejumlah lokasi.

“Dengan adanya fasilitas baru, kami berharap kapasitas pelayanan bisa bertambah, seiring kebutuhan energi masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.

Rencana ekspansi ini menjadi salah satu agenda kerja Hiswana Migas Balikpapan periode 2026–2030, setelah Christofel kembali terpilih sebagai ketua secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Novotel Balikpapan, Rabu (14/10/2026).

Pertamina Dorong Penambahan SPBU di Kalimantan

Dukungan terhadap penambahan jaringan SPBU juga disampaikan Senior Manager Operation & Maintenance (SMOM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Riky Madyanto.

Menurut Riky, Hiswana Migas memiliki peran strategis dalam mendukung operasional lembaga penyalur, memperkuat komunikasi dengan pemerintah, serta mendorong investasi infrastruktur distribusi energi.

Ia menyebut, perluasan jaringan penyalur BBM masih menjadi kebutuhan di sejumlah wilayah Kalimantan. Beberapa kabupaten hanya memiliki satu SPBU, sementara sejumlah kecamatan dan kawasan terpencil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas penyaluran BBM.

“Target kami bagaimana meningkatkan jumlah lembaga penyalur, termasuk SPBU yang ada di Kalimantan. Kami berharap Hiswana Migas juga bisa berinvestasi untuk meningkatkan jumlah lembaga penyalur,” ujarnya.

Pertamina berharap keterlibatan Hiswana Migas dalam pengembangan infrastruktur dapat memperluas jangkauan distribusi BBM sekaligus meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi

Selain memperluas jaringan SPBU, Hiswana Migas Balikpapan periode 2026–2030 juga menargetkan penguatan peran asosiasi dalam memperbaiki tata kelola distribusi BBM dan LPG bersubsidi.

Christofel menilai, pengalaman para pelaku usaha yang mengoperasikan SPBU dan agen LPG dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk menyempurnakan regulasi dan mengatasi berbagai persoalan distribusi di lapangan.

“Harapannya ke depan kami bisa lebih aktif membantu pemerintah, mendorong penyusunan regulasi, serta menegaskan aturan yang sudah ada supaya barang-barang bersubsidi ini bisa tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, pengawasan penyaluran BBM dan LPG bersubsidi membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, Pertamina, Hiswana Migas, serta pemangku kepentingan lainnya. Penerapan aturan secara konsisten dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Sementara itu, Staf Ahli Pemerintah Kota Balikpapan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Idham, menyatakan pemerintah mendukung upaya penguatan ketahanan energi, termasuk melalui perluasan jaringan SPBU.

“Perluasan SPBU juga terus kita dorong. Harapan kami tentu kolaborasi yang dijalin ini bisa terus berjalan untuk kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Dengan rencana pembangunan dua SPBU baru tersebut, sinergi Pertamina, Hiswana Migas, dan pemerintah diharapkan tidak hanya menambah fasilitas pengisian BBM, tetapi juga memperluas akses energi, memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Balikpapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *