SETIAP hari, Ashraf Kumar melihat para petugas sekuriti berjaga dan mengawasi aktivitas pekerja di kawasan proyek RDMP kilang Pertamina Balikpapan. Di tengah kesibukannya sebagai buruh kasar, pria berusia 28 tahun itu diam-diam menyimpan sebuah mimpi. Ia ingin mengenakan seragam yang sama dan menjadi bagian dari petugas keamanan di tempatnya bekerja.
Saat itu, pada medio 2024, Ashraf masih mengandalkan tenaga fisiknya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan di dalam kawasan kilang. Ia biasa mengerjakan pembangunan pondasi bangunan bersama pekerja proyek lainnya. Dari pekerjaan serabutan tersebut, ia berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga bersama istri dan dua anaknya.
Namun, penghasilan sebagai buruh kasar tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ashraf harus memikirkan cara agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, sekaligus memberikan masa depan yang lebih menjanjikan bagi istri dan anaknya.
Di tengah keterbatasan itu, Ashraf mulai membayangkan kemungkinan mengubah profesi. Setiap kali melihat petugas sekuriti menjalankan tugas, ia bertanya-tanya apakah dirinya juga bisa mendapatkan kesempatan serupa.
“Ada mimpi, melihat teman-teman pakai baju sekuriti, kebayang bisa enggak ya jadi seperti mereka,” ungkap Ashraf.
Keinginan tersebut bukan semata-mata karena ia tertarik mengenakan seragam petugas keamanan. Ashraf ingin memperbaiki kehidupan keluarganya melalui pekerjaan yang memberinya kesempatan untuk berkembang.
“Intinya mau merubah nasib keluarga,” tambahnya.
Ashraf menyadari bahwa keinginan saja tidak cukup untuk mengubah kehidupannya. Ia membutuhkan kesempatan, keterampilan, dan sertifikasi yang dapat membantunya memasuki profesi baru. Karena itu, ia tetap menjalani pekerjaan lamanya sembari menunggu peluang yang bisa membawanya lebih dekat dengan mimpi tersebut.
Kesempatan itu akhirnya datang melalui program pelatihan sertifikasi gratis petugas keamanan tingkat pratama yang digelar Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).
Kesempatan Gratis yang Mengubah Perjalanan Hidup
Program pelatihan tersebut membuka peluang bagi Ashraf dan pekerja lainnya untuk meningkatkan kompetensi serta mempersiapkan diri memasuki profesi petugas keamanan. Ashraf tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia memberanikan diri mendaftar.
“Waktu itu coba mendaftar, ada lebih 100 orang yang ikut pelatihan, tingkatannya Pratama dan alhamdulillah gratis, Pak,” ungkapnya.
Bagi Ashraf, pelatihan tersebut menjadi kesempatan yang sebelumnya sulit ia bayangkan. Ia bisa mengikuti program sertifikasi tanpa harus menanggung biaya pelatihan, sekaligus memperoleh bekal untuk mencoba pekerjaan yang selama ini ia impikan.
“Bayangin kalau saya pakai biaya, untuk jenjang pratama saja biaya sertifikasinya 4,5 juta,” ingat Ashraf.
Ashraf mengikuti proses tersebut dengan harapan bisa beralih dari pekerjaan serabutan menjadi petugas sekuriti. Ia memahami bahwa profesi baru itu membutuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menjalankan prosedur pengamanan.
Pasca lulus pelatihan dia mencoba peruntungan di Pertamina Training Consulting (PTC) di tahun 2025, dan berbekal pelatihan yang diselenggarakan KPB usahanya membuahkan hasil. Ashraf berhasil diterima sebagai petugas sekuriti dan selanjutnya di tempatkan sebagai petugas pengamanan di area Komplek Perumahan Pertamina dan bekerja hingga saat ini. Mimpi yang dahulu tumbuh ketika ia melihat petugas keamanan bekerja, kini menjadi kenyataan.
“Alhamdulillah bisa diterima,” kenangnya.
Perubahan profesi tersebut menjadi titik penting dalam kehidupan Ashraf. Jika sebelumnya ia mengandalkan tenaga fisik untuk menyelesaikan pekerjaan proyek, kini ia harus lebih mengutamakan ketelitian, kewaspadaan, dan kemampuan membaca situasi di lapangan.
Ashraf juga menyadari bahwa kesempatan bekerja sebagai sekuriti tidak serta-merta membuatnya bisa bersantai. Ia harus menjaga kedisiplinan dan menunjukkan kinerja yang baik agar dapat mempertahankan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Harus disiplin, Pak, karena saya juga masih kontrak jadi ada evaluasi, jadi harus dijaga, Pak,” tegasnya.
Ia menjalankan tugas dengan kesadaran bahwa setiap tanggung jawab membutuhkan komitmen. Ashraf harus mengikuti aturan kerja, menjaga profesionalisme, dan memastikan dirinya dapat menjalankan fungsi pengamanan dengan baik.
Pengalaman Buruh Kasar Jadi Modal

Meski kini bekerja sebagai petugas sekuriti, Ashraf tidak melupakan pengalaman ketika masih menjadi buruh kasar. Pengalaman bekerja di dalam kawasan kilang memberinya pemahaman mengenai lingkungan kerja yang sekarang menjadi bagian dari tanggung jawab pengamanannya.
Saat menjadi pekerja proyek, Ashraf berinteraksi dengan banyak orang dan menyaksikan berbagai aktivitas di lapangan. Ia juga mendengar cerita dari rekan-rekannya mengenai situasi yang perlu diwaspadai, termasuk berbagai modus pencurian di kawasan kerja.
Pengetahuan yang ia kumpulkan selama menjadi buruh ternyata berguna ketika menjalankan profesi baru. Ashraf dapat memanfaatkan pemahamannya mengenai lingkungan sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan saat bertugas.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika ia mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian di area sekitar kawasan pengamanan tempat dirinya bertugas.
Ashraf mengaku bahwa cerita dari rekan-rekannya saat masih menjadi pekerja proyek membantunya memahami hal-hal yang patut dicurigai. Ia mulai menyadari bahwa pengalaman sehari-hari di lapangan dapat menjadi bekal untuk mengenali potensi gangguan keamanan.
“Ternyata ada hikmah juga dari pekerjaan dulu, cerita-cerita soal apa yang diincar pelaku pencurian di dalam dan di luar area kilang,” imbuhnya sembari tersenyum.
Pengalaman itu memberikan pelajaran tersendiri bagi Ashraf. Pengetahuan yang dahulu ia peroleh melalui percakapan dengan sesama pekerja kini menjadi salah satu modal untuk memahami situasi saat menjalankan tugas pengamanan.
Meski demikian, Ashraf tetap harus mengutamakan prosedur dan kewenangan dalam menghadapi dugaan pelanggaran. Ia perlu memastikan setiap tindakan berlangsung secara profesional serta memperhatikan keselamatan dirinya dan orang lain.
Pengalaman sebagai buruh kasar tidak menggantikan pelatihan yang telah ia jalani. Sebaliknya, Ashraf memadukan pemahaman lapangan dengan kompetensi yang ia peroleh melalui program sertifikasi agar dapat menjalankan tugas secara lebih bertanggung jawab.
Bagi Ashraf, pekerjaan sebagai sekuriti bukan hanya soal berjaga. Ia harus menjaga kepercayaan, memperhatikan lingkungan sekitar, dan bersikap disiplin dalam setiap tugas yang dijalankan.
KPB Dorong Masyarakat Tumbuh Bersama Perusahaan
Kisah Ashraf menjadi salah satu gambaran bagaimana kesempatan pengembangan kompetensi dapat membuka jalan bagi pekerja untuk mencoba profesi baru. Program pelatihan sertifikasi gratis yang diikutinya mempertemukan kebutuhan pekerja untuk meningkatkan keterampilan dengan upaya perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia di lingkungan sekitarnya.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan KPB berupaya tumbuh bersama masyarakat, salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia.
“Kilang Pertamina Balikpapan berusaha untuk tumbuh bersama masyarakat. Salah satunya dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia,” ujar Asep.
Menurut Asep, pengembangan kompetensi masyarakat menjadi salah satu perhatian perusahaan. KPB ingin masyarakat di sekitar wilayah operasional memiliki kemampuan dan sertifikasi yang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja.
“Kami ingin masyarakat sekitar memiliki kompetensi sekaligus sertifikasi yang bisa menjadi modal untuk bekerja,” katanya.
Asep menjelaskan, semangat tersebut mendorong KPB untuk secara konsisten menyelenggarakan berbagai pelatihan. Melalui program pengembangan keterampilan, perusahaan berupaya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Dengan semangat itu kami secara konsisten menyelenggarakan pelatihan-pelatihan,” lanjutnya.

Asep juga menyampaikan kebanggaan perusahaan ketika melihat para peserta pelatihan mampu memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup. Menurutnya, keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan diri menjadi bagian penting dari upaya membangun hubungan yang saling mendukung antara perusahaan dan lingkungan sekitarnya.
“Tentunya, kami bangga bisa melihat para lulusan pelatihan dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Kami bangga masyarakat di sekitar kami turut tumbuh, berkarya, dan berkontribusi untuk menggerakkan perekonomian,” tutur Asep.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kompetensi sebagai modal memasuki dunia kerja.
Dalam kisah Ashraf, kesempatan mengikuti sertifikasi petugas keamanan tingkat pratama menjadi langkah penting yang membawanya menuju profesi baru. Ia yang sebelumnya bekerja sebagai buruh kasar kini memperoleh kesempatan untuk menjalankan tugas sebagai sekuriti di kawasan kilang Pertamina.
Demi Masa Depan Istri dan Dua Anak
Di balik seragam yang kini dikenakannya, Ashraf yang kini masih memilih mengontrak rumah di kawasan Sepakat, Baru Tengah Balikpapan ini tetap membawa alasan yang sejak awal mendorongnya untuk berubah: keluarga.
Istri dan dua anaknya menjadi sumber semangat ketika ia menjalani pekerjaan sehari-hari. Saat masih menjadi buruh kasar, ia berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik. Ketika kesempatan menjadi sekuriti terbuka, ia melihat peluang untuk mengembangkan diri dan memperjuangkan kehidupan keluarga yang lebih baik.” Yang pasti kata orang orang ini rezeki anak saya,” celetuknya.
Perjalanan Ashraf tidak berlangsung dalam satu malam. Ia memulainya dari pekerjaan serabutan, menyimpan keinginan untuk berganti profesi, kemudian mengambil kesempatan ketika program pelatihan tersedia.
Ia juga membawa pengalaman masa lalu ke dalam pekerjaan barunya. Cerita dari rekan sesama pekerja, pemahamannya mengenai aktivitas di kawasan kilang, serta pengalaman berinteraksi di lapangan menjadi bekal yang membantunya beradaptasi.
Kini, Ashraf menjalankan profesi yang dahulu hanya ia bayangkan ketika melihat para petugas sekuriti bekerja. Ia tetap harus menjaga disiplin, menjalankan prosedur, dan membuktikan kemampuannya dalam setiap tanggung jawab yang diberikan.
Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari sebuah keinginan sederhana, lalu berkembang ketika seseorang berani mengambil kesempatan. Bagi Ashraf, pelatihan sertifikasi gratis dari KPB menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi dengan kenyataan.
Dari buruh kasar yang mengerjakan pondasi bangunan di kawasan kilang, ia kini ikut menjaga keamanan lingkungan kerja tersebut. Perjalanan itu bukan hanya tentang pergantian profesi, melainkan juga tentang usaha seorang suami dan ayah untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.
Sementara bagi KPB, upaya pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari semangat untuk tumbuh bersama masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan mengembangkan diri, mereka juga memiliki peluang lebih besar untuk berkarya dan berkontribusi bagi perekonomian.
Ashraf kini berada di jalur pekerjaan yang dahulu ia impikan. Ia membawa pengalaman masa lalu sebagai bekal, menjalankan tanggung jawab hari ini dengan disiplin, dan terus memperjuangkan harapan yang sejak awal menjadi alasan terbesarnya untuk berubah: memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan kedua anaknya.






