DLH Balikpapan Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Bank Sampah

BALIKPAPAN-Sampah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai limbah yang dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sejumlah jenis sampah justru dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan bank sampah sebagai salah satu upaya mengubah sampah menjadi sumber nilai ekonomi.

Menurut Sudirman, berbagai jenis sampah yang selama ini kerap dianggap tidak berguna masih dapat dikumpulkan dan ditabung apabila dipilah sesuai jenisnya. Di antaranya botol plastik, kardus, kertas bekas hingga minyak jelantah.

“Daripada menumpuk di rumah atau dibuang sembarangan, lebih baik sampah disalurkan ke tempat yang tepat. Sampah yang masih memiliki nilai bisa dikumpulkan dan ditabung melalui bank sampah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Konsep bank sampah, kata dia, memberikan manfaat ganda. Masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berkesempatan memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.

Mekanismenya pun relatif sederhana. Warga cukup memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya, kemudian menyetorkannya ke bank sampah. Sampah yang memiliki nilai jual akan dicatat sebagai saldo tabungan sesuai hasil penimbangan dan harga yang berlaku.

Saldo tersebut selanjutnya dapat dicairkan sesuai ketentuan bank sampah masing-masing.

Sudirman menilai, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Balikpapan. Sampah yang sudah dipilah akan lebih mudah dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang maupun pengolahan lainnya.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, pengelolaan tersebut juga dapat mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Karena itu, DLH Balikpapan mendorong masyarakat tidak lagi melihat sampah semata-mata sebagai barang buangan. Sampah yang dikelola dengan benar dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga.

“Mulai saja dari rumah. Kumpulkan dan pilah sampah yang masih bernilai, kemudian setorkan ke bank sampah terdekat,” ajaknya.

Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Semakin banyak sampah yang dipilah dan dimanfaatkan kembali, semakin besar pula kontribusi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan Kota Balikpapan.

Dengan demikian, gerakan bank sampah tidak hanya berbicara mengenai kebersihan, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *