DLH Balikpapan Dorong Perkantoran Ubah Kebiasaan Kerja Lewat Eco Office 2026

BALIKPAPAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mendorong perkantoran di daerah tersebut mulai mengubah kebiasaan kerja sehari-hari untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Eco Office 2026 yang digelar pada 1 Juli 2026 di Ruang Rapat Jahe, Balikpapan, lantai 2, dan diikuti perwakilan perkantoran swasta serta organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Balikpapan.

Workshop tersebut dipimpin Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PHPKLH) DLH Kota Balikpapan, Siti Fatimah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami penerapan konsep eco office melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam aktivitas perkantoran, mulai dari efisiensi penggunaan energi dan air, pengurangan timbulan sampah hingga pengelolaan sumber daya secara bijak.

Konsep tersebut dinilai tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional perkantoran melalui penghematan penggunaan sumber daya.

“DLH Balikpapan menilai penerapan eco office perlu menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar program atau kegiatan penilaian kantor berbudaya lingkungan,” jelas Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PHPKLH) DLH Kota Balikpapan, Siti Fatimah, Rabu (1/7/2026).

Melalui program Eco Office Balikpapan 2026, setiap pegawai didorong menjadi agen perubahan dengan menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, efisiensi energi, serta konservasi air secara berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Selain diterapkan di tempat kerja, kebiasaan tersebut diharapkan terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga memberikan dampak yang lebih luas.

Penerapan eco office pada akhirnya ditargetkan mampu menciptakan lingkungan perkantoran yang lebih produktif, sehat, hemat sumber daya dan rendah emisi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri (aman, sehat, resik dan indah) serta upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang bersih, hijau dan berkelanjutan.

Dengan demikian, eco office tidak hanya berbicara mengenai kondisi fisik kantor, tetapi juga perubahan perilaku seluruh pegawai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *