Hutama Karya Kejar Ramp 2 Tol IKN 3A-2 untuk Nataru, Progres Fisik 91,42 Persen

BALIKPAPAN – PT Hutama Karya (Persero) terus mengejar penyelesaian Ramp 2 Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 segmen Karang Joang–Kariangau agar dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Namun, penyelesaian seluruh proyek masih menghadapi kendala pembebasan lahan.

Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 91,42 persen, sedikit di bawah target sebesar 91,76 persen. Capaian tersebut mencatatkan deviasi minus 0,34 persen dari rencana.

Properti Manager Proyek Tol IKN 5B dan Tol IKN 3A-2 Hutama Karya, James Satria, mengatakan pembebasan lahan telah mencapai 97 persen. Sementara itu, sekitar 3 persen lahan masih belum bebas, terutama di kawasan pintu keluar tol yang masih terdapat sejumlah rumah.

“Secara globalnya, untuk lahan sudah 97 persen itu sudah bebas. Hanya 3 persen lagi yang belum bebas dan diproses,” kata James dalam Media Gathering Hutama Karya di Balikpapan, Jumat (23/10/2026).

Menurut James, penyelesaian lahan yang tersisa masih diproses bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lahan dan tim Kementerian Pekerjaan Umum. Kendala tersebut membuat kontraktor belum dapat mengerjakan sejumlah titik yang masuk dalam area pembebasan lahan.

“Pelaksanaannya terkendala karena lahan tersebut belum bebas sehingga kami belum bisa kerjakan,” ujarnya.

Meski demikian, Hutama Karya tetap mengoptimalkan pekerjaan pada lokasi yang lahannya telah tersedia. Salah satu prioritasnya adalah Ramp 2, jalur penghubung dari arah Samarinda menuju kawasan IKN, yang ditargetkan dapat difungsionalkan saat Nataru.

“Ramp 2, yaitu dari Samarinda menuju IKN, ditargetkan rampung untuk fungsional Nataru,” kata James.

Sementara itu, Ramp 5 dan Ramp 6 ditargetkan selesai pada 2027. Perbedaan target tersebut menunjukkan bahwa fungsionalisasi sebagian akses tol pada akhir tahun tidak berarti seluruh konstruksi Tol IKN Seksi 3A-2 sudah rampung.

“Yang bisa kami kerjakan, kami kejar. Jadi untuk fungsional akhir tahun tetap kami upayakan,” ujarnya.

Nilai Proyek Rp2,85 Triliun

Tol IKN Seksi 3A-2 memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,85 triliun dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 2023–2026. Masa pelaksanaan proyek berlangsung sejak 21 Desember 2023 hingga 31 Desember 2026.

Pengerjaan proyek menggunakan skema Integrated Joint Operation (IJO) yang melibatkan Hutama Karya bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Adapun pembagian porsi pekerjaan terdiri atas Adhi Karya sebesar 35 persen, Hutama Karya 33 persen, Nindya Karya 20 persen, dan Brantas Abipraya 12 persen.

Secara teknis, proyek tersebut mencakup jalan at grade sepanjang 2.304 meter, jembatan sepanjang 40 meter, serta elevated pile slab sepanjang 1.745 meter. Pekerjaan lainnya meliputi tiga lokasi overpass dan underpass, tiga junction ramp, serta dua lokasi exit tol atau ramp.

Ruas Tol IKN Seksi 3A-2 menjadi bagian dari jaringan jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda dengan kawasan IKN. Kehadiran akses ini diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menuju ibu kota baru.

Dengan progres fisik mencapai 91,42 persen, Hutama Karya masih harus menuntaskan pekerjaan konstruksi sekaligus menyelesaikan persoalan lahan yang tersisa. Sementara itu, fungsionalisasi Ramp 2 pada periode Nataru menjadi target jangka pendek yang terus diupayakan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *