BALIKPAPAN – Foni Soccer Academy (FSA) terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi pemain muda melalui kegiatan Coaching Clinic bertajuk “Pengembangan Usia Muda”.
Acara ini digelar di Aula Kecamatan Balikpapan Barat dan Lapangan Foni Minggu (7/8/2025), menghadirkan pelatih sepak bola berpengalaman Coach Dedi Achmad sebagai pemateri utama.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teknik dasar sepak bola, tetapi juga menekankan pentingnya mentalitas, disiplin, serta semangat sportivitas sejak dini.
Coach Dedi menuturkan, pembinaan usia muda harus dilakukan secara terarah agar para pemain memiliki pondasi kuat untuk meniti karier di dunia sepak bola profesional.
Yang membuat coaching clinic ini semakin menarik adalah kehadiran Edelweiz Auradiva, putri Coach Dedi yang kini menjadi salah satu pemain andalan Tim Nasional Indonesia U-17 Putri. Diva, sapaan akrabnya, didapuk sebagai role model yang berbagi kisah inspiratif tentang perjalanannya menembus level nasional.
Kehadiran Diva memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta, khususnya anak-anak perempuan yang juga bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Turut hadir CEO Foni Soccer Academy, Mahesa Jenar serta para staf pelatih Aliansyah dan Andri Kurnianto.
“Harapannya program seperti ini terus berkelanjutan dan bisa diterapkan para orang tua di rumah, supaya si anak terukur baik fisik, stamina. Sebab program ini lebih mengedepankan kesehatan,” kata Jenar.
Peserta coaching clinic tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari teori di aula hingga praktik langsung di lapangan. Mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar, strategi permainan, hingga pentingnya menjaga fisik dan mental. Selain itu, Foni Soccer Academy juga menekankan pembentukan karakter positif yang dapat menjadi bekal penting di luar lapangan.
Program ini menjadi bukti nyata upaya Foni Soccer Academy dalam mencetak generasi penerus sepak bola Indonesia, sekaligus mendorong tumbuhnya minat anak-anak Balikpapan terhadap olahraga. Diharapkan, kegiatan serupa terus berlanjut sehingga lahir lebih banyak talenta lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Dan kita mengharapkan bisa diadopsi atau dilirik pihak terkait baik pemerintah atau Askot Balikpapan, supaya ini bisa diterapkan untuk pengembangan generasi pemula,” tutup Jenar.






