BALIKPAPAN – Perum BULOG mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, guna menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat distribusi bantuan pangan serta memperluas penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan, SPHP, dan berbagai program stabilisasi harga pemerintah,” ujarnya.
Secara nasional, hingga 6 Juni 2026, bantuan pangan beras telah tersalurkan hampir 60 persen atau diterima sekitar 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari target 33,2 juta KPM. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan pada akhir Juni 2026.
Sementara itu, di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 53 persen atau sekitar 3.438 ton dari target 6.476 ton. Adapun distribusi beras SPHP telah mencapai 4.774 ton dari target 15.347 ton dan akan terus ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan.
Pemimpin Wilayah BULOG Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengatakan percepatan penyaluran bantuan pangan dan SPHP menjadi instrumen penting untuk menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga di masyarakat.
Selain beras, BULOG juga terus menyalurkan MinyaKita. Hingga saat ini, sebanyak 687 ribu liter telah disalurkan kepada penerima bantuan dari target 1,295 juta liter. Untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga, BULOG Kaltim-Kaltara juga telah mendistribusikan sekitar 1,2 juta liter MinyaKita ke kios-kios pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
Menurut BULOG, kombinasi penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan MinyaKita menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan harga pangan tetap stabil.
BULOG memastikan cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman dan siap digunakan untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional. Masyarakat juga diminta tidak khawatir karena ketersediaan beras nasional dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.






