BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan membuka kemungkinan memanggil PT Kilang Pertamina Balikpapan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) apabila fenomena hujan debu kembali dikeluhkan warga dalam beberapa hari ke depan.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan pihaknya akan menelusuri sumber debu apabila dampaknya kembali dirasakan masyarakat. DPRD tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sumber partikel sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kalau ternyata masih ada debu yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat, wajib kita panggil dan kita harus cari tahu debu ini berasal dari mana,” kata Alwi, Rabu (24/6/2026).
DPRD Tunggu Perkembangan
Keluhan mengenai sebaran debu muncul setelah warga di sejumlah wilayah Balikpapan melaporkan partikel halus menempel pada kendaraan dan rumah. Sebagian warga juga mengaku merasakan debu mengenai mata saat beraktivitas di luar ruangan.
Alwi mengatakan sebagian masyarakat menduga debu tersebut berasal dari aktivitas Pertamina. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penelusuran dan pemeriksaan di lapangan.
“Walaupun itu dari Pertamina, kan kita belum tahu, apakah dari pembakaran atau dari pabrik mereka. Masyarakat memang menyampaikan bahwa ini berasal dari Pertamina. Indikasinya memang mengarah ke Pertamina karena itu perusahaan terbesar di Kota Balikpapan dan tidak ada perusahaan lain sebesar Pertamina,” ujarnya.
DPRD, kata Alwi, akan memantau kondisi selama satu hingga dua hari setelah keluhan muncul. Apabila fenomena tersebut tidak kembali terjadi, persoalan akan dianggap selesai untuk sementara.
Namun, jika hujan debu kembali terjadi, DPRD memastikan akan mengambil langkah lebih lanjut melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak terkait.
“Kita tunggu satu sampai dua hari, apakah masih ada keberlanjutan kejadian ini. Kalau tidak ada, ya kita anggap sudah selesai dan tidak ada masalah. Tetapi kalau masih ada kejadian-kejadian lagi, kami siap memanggil dan menggelar rapat dengar pendapat,” katanya.
DLH Diminta Lakukan Pengecekan
Selain Pertamina, DPRD juga akan melibatkan DLH apabila laporan masyarakat terus bermunculan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekaligus memastikan sumber material yang ditemukan warga.
“Kalau hari ini dan besok masih ada, pasti kami akan memanggil juga Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan,” ujar Alwi.
Menurutnya, laporan warga tidak bisa diabaikan karena sejumlah masyarakat mengaku mengalami keluhan setelah terpapar debu. Alwi menyebut ada warga yang melaporkan rasa gatal setelah terkena partikel tersebut.
Karena itu, DPRD menilai pemeriksaan menjadi penting apabila kejadian kembali berulang. Penelusuran juga diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai material yang beredar di lingkungan mereka.
“Itulah sebabnya saya bilang, kalau ini ternyata hanya terjadi kemarin saja, mungkin kita anggap sebagai kejadian yang di luar. Namun kalau hari ini, besok, atau hari-hari berikutnya masih terjadi lagi, maka kami pasti akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan dan meminta penjelasan langsung dari Pertamina,” ucapnya.
Pertamina Sebut Diduga Debu Zeolit atau Alumina
Sebelumnya, Legal and Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan perusahaan telah menerima laporan masyarakat terkait sebaran partikel debu di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara.
Berdasarkan identifikasi awal, material yang ditemukan warga memiliki karakteristik licin sekaligus kesat ketika disentuh. Material tersebut diduga merupakan debu zeolit atau alumina yang terlepas saat proses Cut In Feed RFCC (Fluid Catalytic Cracking) pada unit kilang baru PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Menurut Asep, pelepasan partikel tersebut terjadi bersamaan dengan tahapan awal pengoperasian kilang baru, yakni ketika proses pengaliran bahan baku menuju unit pengolahan dilakukan.
“Meski demikian, hasil identifikasi sementara menunjukkan material tersebut masih berada dalam kategori aman bagi kesehatan,” tutupnya.
Di tengah keluhan masyarakat dan penjelasan awal Pertamina tersebut, DPRD Balikpapan memilih menunggu perkembangan di lapangan. Jika sebaran debu kembali terjadi, pemeriksaan bersama DLH dan pemanggilan pihak Pertamina menjadi langkah yang disiapkan untuk memastikan sumber serta dampaknya terhadap masyarakat.






