DPRD Balikpapan Dorong Disdag Kreatif Hidupkan Pasar Kilometer 12

BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong Dinas Perdagangan (Disdag) lebih kreatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan Pasar Kilometer 12 yang hingga kini belum berfungsi maksimal.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, pasar yang dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut sebelumnya direncanakan menjadi lokasi relokasi pedagang besi tua. Namun, rencana itu belum terealisasi karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Pasar Kilometer 12 itu awalnya merupakan proyek dari provinsi. Kami dari Komisi II pernah melakukan peninjauan ke lokasi dan berharap pasar tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan pedagang besi tua,” kata Budiono, Jumat (19/6/2026).

Anggaran Terbatas Jadi Kendala

Budiono menjelaskan, sejumlah petak untuk pedagang sebenarnya sudah disiapkan di kawasan pasar tersebut. Hanya saja, pengembangan fasilitas belum dapat dilanjutkan karena kondisi keuangan daerah yang turut terdampak pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Balikpapan masih kesulitan mengalokasikan anggaran untuk mengembangkan Pasar Kilometer 12 dalam waktu dekat.

Karena itu, DPRD meminta Disdag tidak hanya menunggu ketersediaan anggaran, tetapi mencari alternatif agar kawasan pasar tetap memiliki aktivitas ekonomi.

Dorong Pedagang Musiman hingga Konsep Baru

Budiono menilai Disdag perlu menyusun konsep yang lebih fleksibel dengan melihat potensi kawasan dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah mengakomodasi pedagang musiman maupun kegiatan ekonomi lain yang mampu menarik masyarakat untuk datang dan bertransaksi di kawasan tersebut.

“Harus ada kreativitas dari Dinas Perdagangan. Bisa saja mengumpulkan pedagang musiman atau konsep lainnya agar pasar ini bisa hidup dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Budiono, optimalisasi Pasar Kilometer 12 penting dilakukan agar fasilitas yang sudah dibangun pemerintah tidak terbengkalai begitu saja.

DPRD berharap Disdag segera mencari pola pemanfaatan yang realistis, sehingga keberadaan pasar dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengoptimalkan aset pemerintah yang telah tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *