Kemarau 2 Pekan, Air Waduk Manggar Balikpapan Turun 9,5 Meter

BALIKPAPAN – Kemarau mulai berdampak pada cadangan air baku Kota Balikpapan. Setelah sekitar dua pekan tanpa hujan, muka air Waduk Manggar turun hingga 9,5 meter dari kondisi normal sekitar 12 meter.

Meski mengalami penyusutan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan kondisi Waduk Manggar masih aman untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan pemantauan terhadap volume air waduk terus dilakukan selama musim kemarau.

“Kami terus melakukan pemantauan. Memang sudah sekitar dua minggu tidak turun hujan dan debit waduk mengalami penurunan. Namun hingga Agustus ini, pengambilan air baku masih berada di kisaran 1.000 liter per detik dan kondisi masih aman,” ujar Yudhi, Senin (17/8/2026).

Menurut Yudhi, Balikpapan memiliki pengalaman menghadapi kemarau panjang, termasuk pada 2024. Pengalaman tersebut menjadi dasar PTMB bersama pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air bersih hingga akhir tahun.

Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai (BWS), pengambilan air baku dari Waduk Manggar masih dapat dilakukan secara optimal sepanjang Agustus.

Namun, kondisi dapat berubah jika kemarau berlangsung hingga akhir tahun tanpa hujan dengan intensitas yang mencukupi. Dalam skenario tersebut, kapasitas pengambilan air berpotensi diturunkan menjadi sekitar 75 persen dari kondisi normal.

Saat ini kapasitas normal pengambilan air berada di kisaran 1.150 liter per detik. Jika kapasitas turun menjadi 75 persen, kemampuan produksi air baku yang dapat diolah dan didistribusikan kepada masyarakat juga ikut terdampak.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PTMB mempercepat pemanfaatan Embung Wain atau Bendali Wain sebagai sumber air baku alternatif.

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pihak kehutanan agar pengelolaan embung tersebut dapat segera dilakukan.

“Kami berharap bulan depan sudah ada alternatif tambahan dari Embung Wain. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kehutanan agar embung tersebut dapat dikelola dan airnya bisa dialirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Yudhi.

Yudhi menegaskan kondisi Waduk Manggar saat ini masih jauh dari batas kritis atau dead storage. Kapasitas tampung waduk juga disebut lebih baik setelah dilakukan pengerukan beberapa waktu lalu.

Meski demikian, PTMB mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih hingga kondisi cuaca kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *