KUTAI TIMUR, kaltimonline.com– Toleransi harga menghargai akan keberagaman etnis dan budaya di Kabupaten Kutai Timur.
Maka baru – baru ini Bupati Kutai Timur DRS. Ardiansyah Sulaiman M.Si turut menghadiri halal bihalal Kerukunan Keluarga Batak Muslim Saroha Sangatta Bengalon (KKBM-SB) Kutim yang berlangsung di halaman bengkel Saroha Abadi Sangatta jalan Poros Kabo.
Sebanyak 250 Kepala Keluarga Batak muslim yang tergabung dalam kepengurusan KKBM – SB hadir dalam menyukseskan perhelatan.
Halal bihalal yang berlangsung mengusung tema “Pasombu Lungun Mempererat Silaturahmi dengan semangat Idul Fitri 1444 Hijriah, mari kita membangun silaturahmi dan kebersamaan di rantau.
“Saat saya hadir di agenda halal bihalal KKBM – SB mendapatkan suatu penghormatan melalui pemberian hasil kerajinan suku Batak berupa kain ulos,” terang Bupati Ardiansyah Sulaiman saat di kutip wawancaranya pada Senin (22/5/2023).
Bupati Ardiansyah mengungkapkan pemberian kain ulos sebagai bentuk kasih sayang sekaligus rasa hormat dari keluarga Besar Batak muslim yang ada di Kutim,” jelas orang nomor satunya di Pemkab Kutim.
Dalam rangkaian halal bihalal KKBM -SB Kutim diisi pula tausiah (ceramah) religi bernuansa Islami dengan mendatangkan langsung penceramahnya asal Kota Balikpapan yakni, Letkol (Purn) Drs.H.M.Salehuddin Soregar, MM.
Bupati Ardinasyah pada kesempatan itu berterima kasih mendalam akan jamuan undangan halal bihalal yang ditujukan kepada dirinya. “Semoga dimana saja kita berada kekayaan luhur tradisi budaya apa saja dan dimana saja berada dapat terus dilestarikan dalam mewarisinya kepada anak cuci kita,” tuturnya.
Sementara saat di wawancarai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutim, Mulyono mengatakan langkah dan upaya bersama dengan menggalang kemitraan antara Pemkab Kutim, Disdikbud serta segenap paguyuban yang ada mampu memperkaya multi etnis terutama dalam mendorong promosi wisata di Kutim khususnya.(adv/Diskominfo Staper Kutim).






