KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Resmi dibentuk tinggal menunggu prosesi pengukuhan DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kutai Timur terus melakukan audiensi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Kutim termasuk TNI – Polri.
Belum lama ini, kembali Ketua DPC PWRI Kutim Daniel sekaligus pimpinan redaksi media online deltamhakam.co menyambangi langsung ruang kerja Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur. (Kutim)
Terpisah media Kaltimonline.com, menanyakan langsung kepada Ketua PWRI Kutim Daniel terutama saat audiensi ke Diskominfo Staper Kutim dan ditemui oleh Kadisnya. “Tujuan kita pertama – tama selain silaturahmi juga menggalang kemitraan,” terang Daniel.
Daniel berharap dalam pertemuan tersebut dengan Kadis Kominfo Staper Kutim dapat terus sinergi dalam keterbukaan informasi publik. “Selama ini Diskominfo Staper Kutim sudah sangat baik dalam menjalin koordinasi dengan awak media,” ucap pucuk nakhoda PWRI Kutim
Saat menerima kunjungan rekan – rekan DPC PWRI, Kadis Kominfo Staper Kutim Ery Mulyadi, menyambut positif kehadiran kawan – kawan PWRI Kutim ke dinas yang dipimpinnya.
Ery Mulyadi turut mengapresiasikan inisiatif para jurnalis dalam membentuk asosiasi yang mewadahi serta memberikan landasan payung hukum terutama kebebasan dalam berpendapat yang disuarakan melalui media baik konten nasional, Provinsi, kabupaten dan Kota salah satunya PWRI. “Luar biasa perkembangannya ada yang nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, kemudian terbentuk pula Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) dan berikut DPC PWRI Kutim,” beber Ery.
Ery sangat mendorong dan mensuprot para pekerja media, hal ini dibuktikan oleh Kadis Kominfo Staper Kutim dengan menyiapkan ruang khusus bagi insan jurnalis semacam media center.”Melalui Diskominfo Staper Kutim turut menfasilitasi pelatihan jurnalistik,” kata Kadis Kominfo Staper Kutim.
Yang mana Kadis Kominfo Staper Kutim menegaskan pelatihan jurnalistik terbagi atas dua kelompok peserta terdiri dari pelatihan kalangan Apartur Sipil Negara (ASN) dan “Yang terpenting tentunya kawan – kawan media dalam penyanjian berita dapat memberikan keprofesionalan, hindari berita yang belum tentu kebenarannya seperti hoax dan berimbang,” jelas Ery.
Ery mengakui positif keberadaan media di Kutim dalam membantu Pemkab Kutim menyebarluaskan informasi seputar arah pembangunan yang kian maju dan berkembang. “Karena tak kan mungkin Kominfo bekerja sendiri tanpa adanya peran media umum,” beber Kadis Kominfo Kutim.
Dirinya mengatakan media sebagai corong informasi publik (masyarakat) dalam menyampaikan kritik dan saran dalam membangun. “Dengan adanya masukan langsung dari khalayak luas sebagai evaluasi agar secara bertahap berbagai usulan aspirasi masyarakat dapat terakomodir,” kata Ery.
Ery pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih mendalam kepada rekan PWRI Kutim. “Suatu kunjungan yang spesial bagi dinas kami dalam membangun komunikasi dan koordinasi,” tuturnya.
Sementara Ketua DPC PWRI Kutim, Daniel mengucapkan hal yang sama rasa terima kasih mendalam telah disambut dengan ramah oleh Kadis Kominfo Staper Kutim.(adv/Diskominfo Staper Kutim)






