KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Rehab penataan kios – kios kuliner akan segera berjalan demi keindahan di kawasan pesisir pantai Kenyamukan.
Dalam menyukseskan program tersebut, maka para pedagang telah merobohkan kios lamanya untuk segera tergantung dengan lapak yang lebih permanen lagi.
Walau hampir sebagian besar kios telah terbongkar, bukan berarti aktivitas jajanan kuliner terhenti begitu saja, akan tetapi keberadaan kios yang dirasakan kurang memadai itu dapat dirikan kembali sementara waktu sambil menunggu progres pembangunan yang sebenarnya.
Hal ini dibenarkan dan dipertegas langsung oleh perwakilan Himpunan Pedagang Abdullah – Kenyamukan, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim)
“Sebelumnya kami juga telah mendengar usulan relokasi pedagang kuliner pesisir Pantai Kenyamukan, terhitung sejak Jumat (26/5/2023) lalu,” terang Abdullah, Rabu (5/7/2023).
Abdullah mengatakan saat rapat dengar usulan itu, para pedagang meminta agar diperbolehkan mendirikan kios sementara untuk tempat jualan selama kios kuliner dibangun.
Sementara kepala Dusun 8 Singa Gembara Muda, Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Khoirul Arifin sangat mendukung langkah relokasi tersebut.
Sementara itu, Koordinator Lapangan PPI Sangatta Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Fahrurrazi menyampaikan bahwa para pedagang boleh membangun kios di Pesisir Pantai Kenyamukan selama relokasi kios kuliner berpangsung.
Namun, dengan syarat aktifitasnya dalam berjualan tidak mengganggu pembangunan kios kuliner dan menutupi material yang digunakan untuk pembangunan kios kuliner.
“Ibu-ibu pedagang diperbolehkan membuat kios sementara untuk berjualan selama relokasi berlangsung, tapi jangan sampai mengganggu aktifitas proyek dan nanti akan kami sediakan surat perjanjiannya,” pungkasnya.(adv/Diskominfo Staper Kutim)






