KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Progres pelabuhan Kenyamukan yang telah berjalan pengerjaan pembukaan akses jalan cor betonnya melalui suport relokasi anggaran dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) Kabupaten Kutai Timur.
Kedepannya pelabuhan Kenyamukan yang terus dikebut pembangunannya, juga akan di lengkapi Sarana Prasarana (Sapras) seperti Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), Sangatta dibawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)
Sementarasejauh ini, menurut data yang dihimpun oleh petugas PPI Sangatta, pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari retribusi masih belum maksimal.
Hal itu disebabkan, peminat khususnya dari kalangan nelayan terhadap fasilitas di PPI Sangatta masih rendah.
Saat ini, PAD paling besar yang diperoleh dari kegiatan PPI Sangatta berupa retribusi penjualan es balok untuk pengawetan ikan.
Di mana data minggu pertama di bula april penjualan es balok mencapai Rp 1.800.000.
“Harga es balok per buahnya Rp 25.000, dengan rincian Rp 500,- per kilogram dimana per balok es memiliki berat 50 kilogram,” ujar Koordinator Lapangan PPI Sangatta DKP Kaltim, Fahrurrazi secara terpisah Rabu (5/7/2023).
Sementara hambatan lainnya yakni
kondisi jalan masuk dermaga sedang pendangkalan, kelengkapan sarpras juga menjadi penyebab tidak maksimalnya penarikan retribusi.
Oleh karena itu, pihaknya membangun Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) untuk pemenuhan solar di dermaga.
Ia menilai dengan adanya SPDN, nelayan akan lebih tertarik berlabuh di dermaga kenyamukan.
Saat ini, sarana SPDN telah didirikan, hanya saja masih menunggu pihak ketiga yang akan mengelola.
“Lagi proses pemilihan pihak ketiga entah nanti Pertamina atau siapa yang mengisi, yang jelas solar yang dijual merupakan solar subsidi, jadi bisa menarik nelayan kesini,” urainya.
Pada tahun 2022 lalu, jumlah PAD dari sektor PPI Sangatta hanya Rp 45 juta saja, padahal ditargetkan minimal menutupi biaya operasional di PPI Sangatta.
Untuk sementara ini, retribusi yang ditarik diantaranya jasa fasilitas pas masuk kapal perikanan (tambat dan labuh) di PPI Sangatta, jasa pas masuk angkutan darat di PPI Sangatta, dan penjualan es balok.
“Insyaallah jika ada SPDN saya yakin bisa maksimal PADnya melebihi operasional, insyallah tahun ini beroperasi,” tutup Fahrurrazi.(adv/ Diskominfo Staper Kutim)






