Dukung Program Dinas Perikanan Kutim Rahim Sukses Budidaya Ikan

KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Adanya program bantuan bibit ikan air tawar dari Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang terus digaungkan oleh Bupati Kutim Drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si mampu memberikan motivasi masyarakat dalam menyukseskannya.

Seperti sebelum dilaunchingnya budidaya ikan air tawar oleh Dinas Perikanan Kutim melalui Bupati, warga Gang Mushola Dalam Rahim sudah lebih dulu melakukan pembudidayaan ikan air tawar.

“Alhamdulillah, saya sudah berhasil membudidayakan ikan nila merah hingga 1.600 ekor dengan awal percobaan hanya 40 ekor,” terang Rahim saat diwawancarai Rabu (5/7/2023).

Dirinya memulai aktivitas budidaya ikan tersebut sejak awal tahun 2022 lalu.”Diawali dengan budidaya ikan nila merah sebanyak 40 ekor di dalam drum biru berkapasitas 200 liter,” jelas Rahim.

Ia menilai usaha awalnya berhasil, kemudian meningkat sedikit demi sedikit hingga kini sampai 1.600 ekor dengan menggunakan sistem recirculating aquaculture system (RAS)

“Dulu awalnya saya trying pakai drum biru 200 liter, saya isi bibitnya 40 ekor saja mbak, dan Alhamdulilah berhasil terus meningkat jadi 50 ekor, terus saya belajar lagi dan akhirnya berbentuk kolam begini pakai sistem RAS,” ungkapnya

Dirinya memiliki kolam ikan sebesar 3 x 2 x 1 meter yang dibagi menjadi 8 kotak, dimana 6 kotak untuk budidaya ikan dan 2 kotak untuk sistem penyaringan.

Dari 6 kotak kolam tersebut, 4 diantaranya diisi ikan nila merah, 1 kotak diisi dengan ikan gurame, dan 1 kotak tersisa akan masih kosong yang akan diisi oleh ikan gurame.

Setelah pindah dari drum biru menuju kolam ikan, ia menggunakan sistem budidaya RAS dengan proses penyaringan terhadap air yang digunakan.

Sistem ini dinilai lebih ekonomis dan menguntungkan lantaran hanya membutuhkan pengisian air 1 kali saja.

“Jadi kalau sistem RAS ini memang di awal terlihat banyak komponen yang digunakan, tapi saat berjalannya waktu lebih efektif karena hanya mengisi air 1 kali saja dan hemat tenaga, pembersihan filternya setiap 1 bulan sekali,” urainya.

Selain itu, kualitas ikan juga lebih baik dikarenakan tidka menggunakan zat-zat kimia tambahan untuk membersihkan airnya.

Selama menggunakan sistem RAS, selama 4 bulan siklus budidaya, ia bisa berhasil panen hingga 275 kilogram ikan nila merah dalam 4 kolam atau sebanyak 350 ekor per kolam.

Ikan nila merah tersebut ia banderol dengan harga Rp 45 ribu per kilogram.

Selain itu juga, telah berhasil panen gurame 1 kali selama 10 bulan dalam 1 kolam berisi 100 ekor gurame dengan berat total 35 kilogram dan ia beri harga Rp 70 ribu per kilogram.”Nah penjualannya kami mengandalkan door to door, melalui sosmed atau pembeli datang sendiri ke rumah, kami masih berbasis rumahan, jadi belum berani memenuhi pasaran di luar,” ucap Rahim

Kini, dalam kolam Rahim tersebut diisi 400 ekor nila merah untuk 4 kotak kolam dan 200 ekor ikan gurame untuk 1 kotak kolam. “Selain itu saya mulai mengembangkan lagi untuk budidaya ikan lele dengan diawali budidaya di dalam 4 ember serta diisi sebanyak 50 ekor per ember,” bebernya

Pria berbakat ini memaparkan lebih lanjutdimana dalam 2 ember bisa mendapatkan sampai 5 kilogram lele dengan siklus budidaya selama 3 bulan sekali.”Ini saya akan coba lagi, kalau ikan nila merahnya 400 ekor berhasil nanti akan saya coba naikkan lagi hingga 500 ekor,” tutur Rahim.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) fokus menjalankan program bantuan untuk nelayan dan pembudi daya ikan. (adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *