Gelar Bimtek Penyusunan Modul Ajaran Kurikulum Merdeka SMPN 1 Sangatta Utara

KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Belum lama ini berlangsung di Pendopo Rujab Bupati Kutim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), melalui Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Seskab Kutim Tejo Yuwono menggelar Bimtek Penyusunan Modul Ajaran Kurikulum Merdeka SMPN 1 Sangatta Utara.

Secara terpisah saat diwawancarai, Senin (13/11/2023), Tejo Yuwono berharap kepada semua peserta yang telah mengikuti bimtek bisa menyambut ilmu yang diberikan oleh narasumber dan sesuai harapan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Ia juga mengingatkan pentingnya metode mengajar yang humanis, mengingat ada kasus guru di Bantul yang dilaporkan ke penegak hukum karena pola mengajarnya dianggap kasar.

Tejo menerangkan bahwa kurikulum merdeka merupakan hasil dari pergantian kurikulum pendidikan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Kurikulum-kurikulum tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak yang bakal memegang estafet kepemimpinan di Indonesia.

“Dari rangkaian sederet kurikulum yang panjang diwajibkan tersebut, indikator belajar dengan mengajar dan membuat soal terkadang tidak nyambung. Itulah kelemahannya. Maka dari itu melalui bimtek ini harusnya bisa meluruskan apa yang seharusnya,” ujar Tejo.

Tejo menerangkan bahwa kurikulum merdeka merupakan hasil dari pergantian kurikulum pendidikan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Kurikulum-kurikulum tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak yang bakal memegang estafet kepemimpinan di Indonesia.

“Dari rangkaian sederet kurikulum yang panjang diwajibkan tersebut, indikator belajar dengan mengajar dan membuat soal terkadang tidak nyambung. Itulah kelemahannya. Maka dari itu melalui bimtek ini harusnya bisa meluruskan apa yang seharusnya,” tegas Tejo.

Sementara saat diwawancarai via po sel ditempat berbeda, Kepala SMPN 1 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, menyampaikan bahwa bimtek penyusunan modul ajaran kurikulum merdeka sangat penting untuk mengaplikasikan kurikulum tersebut kepada anak-anak didik nantinya.

“Dalam bimtek ini akan merefleksikan dan melakukan evaluasi segala konsep yang ada di penyusunan modul. Supaya transfer ilmu kepada anak-anak didik bisa sesuai yang diharapkan,” tutupnya.(adv/diskominfo staper kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *