DLH Balikpapan Perkuat Keharmonisan Keluarga ASN, Dinilai Berpengaruh pada Profesionalisme Kerja

BALIKPAPAN— Keharmonisan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting yang turut memengaruhi kualitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan melalui kegiatan Sosialisasi Keluarga Harmonis yang digelar di Ruang Rapat Jahe Balikpapan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah ASN di lingkungan DLH Kota Balikpapan, khususnya mereka yang memiliki usia pernikahan di bawah 10 tahun.

Sekretaris DLH Kota Balikpapan, Mustamin, mengatakan kehidupan rumah tangga dan pekerjaan memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, persoalan keluarga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi konsentrasi dan kinerja seseorang di tempat kerja.

Karena itu, ia mendorong para ASN untuk membangun komunikasi yang sehat dan menjaga keharmonisan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus profesionalisme dalam bekerja.

“Keseimbangan antara rumah tangga dan pekerjaan itu memang penting, bukan hanya untuk produktivitas, tetapi juga kualitas hidup dan hubungan keluarga,” kata Mustamin.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, mulai dari komunikasi pasangan, pembagian tanggung jawab hingga cara mengelola konflik secara bijaksana.

Materi disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Masrivani, serta Psikolog Klinis dan Konselor Utama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DP3KB Kota Balikpapan, Ika Puji Rahayu.

Keduanya memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun komunikasi terbuka dalam keluarga, memahami tanggung jawab masing-masing pasangan, serta menyelesaikan persoalan rumah tangga tanpa memperbesar konflik.

Menurut Mustamin, pembekalan tersebut relevan bagi ASN yang masih berada pada fase awal kehidupan pernikahan. Masa tersebut dinilai menjadi periode penting untuk membangun pola komunikasi dan kebiasaan positif dalam keluarga.

Ia mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti kegiatan. Semangat tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan merupakan kebutuhan yang penting bagi ASN.

“Melihat semangat para ASN, saya jadi terinspirasi bahwa menjaga keseimbangan antara rumah tangga dan pekerjaan itu memang penting banget. Bukan cuma untuk produktivitas, tapi juga kualitas hidup dan hubungan keluarga,” ujarnya.

Mustamin menilai ASN memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kondisi psikologis dan kehidupan keluarga yang sehat perlu mendapat perhatian.

Kegiatan sosialisasi keluarga harmonis diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan, tetapi dapat menjadi bekal bagi ASN untuk menerapkan pola komunikasi dan pengelolaan konflik yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan keluarga yang terkelola secara sehat dan komunikasi yang terbangun dengan baik, ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih fokus, profesional, dan memberikan pelayanan publik secara optimal.

“Ketika kehidupan keluarga dan pekerjaan bisa berjalan seimbang, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup dan kinerja,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *