Dua Tokoh Lingkungan Balikpapan Raih Kalpataru 2026, DLH: Bukti Aksi Lokal Berdampak Nasional

BALIKPAPAN—Kiprah masyarakat dalam menjaga lingkungan kembali mengharumkan nama Kota Balikpapan di tingkat nasional. Dua tokoh lingkungan asal Balikpapan, Agus Bei dan Taufik Ismail, berhasil meraih penghargaan Kalpataru 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan pada 11 Juni 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan menjaga lingkungan yang tumbuh dari masyarakat dapat memberikan dampak luas.

Agus Bei menerima Penghargaan Kalpataru Lestari atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sementara Taufik Ismail meraih Penghargaan Kalpataru Adya kategori Pengabdi Lingkungan atas kontribusi dan pengabdiannya di bidang lingkungan hidup.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten,” kata Sudirman, Senin (17/6/2026).

Menurut Sudirman, penghargaan yang diterima Agus Bei dan Taufik Ismail bukan hanya menjadi pencapaian personal. Prestasi tersebut juga menunjukkan adanya kontribusi nyata masyarakat Balikpapan dalam menjaga kualitas lingkungan.

Keduanya dinilai memiliki kiprah masing-masing dalam mendorong kepedulian dan pelestarian lingkungan. Konsistensi tersebut menjadi contoh bahwa upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.

Justru, aksi yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat dapat menjadi gerakan yang memberikan dampak lebih luas.

Bagi DLH Balikpapan, keberhasilan dua tokoh tersebut juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan

Sudirman menilai penghargaan Kalpataru 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas gerakan kepedulian terhadap lingkungan di Balikpapan.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga lingkungan, semakin besar pula peluang terciptanya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Dari Balikpapan lahir inspirasi yang membawa dampak nyata bagi Indonesia. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para penerima penghargaan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

Penghargaan Kalpataru, kata Sudirman, seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni.

Lebih dari itu, penghargaan tersebut diharapkan mampu memicu lahirnya lebih banyak gerakan lingkungan dari tingkat masyarakat. “Semoga pencapaian ini dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk semakin peduli terhadap pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *