Petugas Kebersihan Bekerja di Jalan, DLH Balikpapan Minta Pengendara Kurangi Kecepatan

BALIKPAPAN— Keselamatan petugas kebersihan menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. Para pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di ruas jalan yang tengah digunakan petugas untuk membersihkan lingkungan, terutama pada malam hari.

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, aktivitas petugas kebersihan di badan jalan memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut semakin berbahaya di ruas jalan dengan arus lalu lintas padat dan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Menurutnya, DLH telah berupaya memberikan perlindungan bagi petugas dengan memasang sejumlah perlengkapan keselamatan, seperti traffic cone dan lampu atau senter lalu lintas bagi petugas yang bekerja pada malam hari.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menghilangkan risiko kecelakaan karena masih ada pengendara yang mengabaikan tanda keselamatan di lokasi kerja.

“Kami sudah berusaha memberikan perlindungan, tapi kenyataannya pengendara

Sering kali pengendara mengabaikan rambu-rambu yang ada. Kami sudah berusaha memberikan perlindungan,” ucap Sudirman, Sabtu (1/8/2026).

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara. Kawasan tersebut memiliki arus kendaraan yang cukup padat, sementara sebagian kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kendaraan yang melintas dari daerah kilo itu luar biasa lajunya. Akibatnya risiko kecelakaan saat malam hari memang cukup besar,” ujarnya.

Sudirman mengungkapkan, sejumlah insiden sebelumnya telah menimpa petugas DLH saat menjalankan tugas. Salah satunya terjadi ketika petugas pengangkut sampah memindahkan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke truk. Seorang pengendara sepeda motor menabrak petugas yang sedang bekerja.

Insiden serupa juga terjadi pada 15 Maret 2025. Seorang petugas taman ditabrak sepeda motor hingga mengalami cedera serius pada bagian lutut dan harus menjalani operasi serta pemasangan pen permanen.

“Petugas taman itu mengalami cedera serius pada lututnya hingga harus menjalani operasi dan pemasangan pen permanen,” ungkapnya.

Sudirman memastikan seluruh petugas kebersihan di Balikpapan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Biaya pengobatan dan operasi petugas yang mengalami kecelakaan tersebut juga ditanggung melalui jaminan tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan perlindungan tidak cukup hanya mengandalkan jaminan setelah kecelakaan terjadi. Pencegahan melalui kesadaran pengguna jalan dinilai menjadi langkah utama, untuk melindungi petugas yang setiap hari bekerja di tengah aktivitas lalu lintas.

Karena itu, DLH mengimbau pengendara untuk memperhatikan keberadaan petugas, mematuhi rambu maupun tanda keselamatan yang dipasang, serta mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan yang sedang dilakukan pekerjaan kebersihan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama di malam hari,” tegas Sudirman.

Menurutnya, keselamatan petugas kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengendalikan kecepatan, risiko kecelakaan di sekitar lokasi kerja dapat ditekan, sekaligus memastikan petugas dapat menjalankan tugas menjaga kebersihan kota dengan aman.
“Kecepatan kendaraan yang tinggi, khususnya di daerah kilo, sangat membahayakan petugas kami,” serunya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *