BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mempercepat peremajaan jaringan pipa air bersih yang sudah berusia tua. Pipa yang mengalami kebocoran menjadi prioritas untuk diganti demi menjaga keandalan distribusi air kepada pelanggan.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, peremajaan jaringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi di lapangan.
Menurutnya, penggantian seluruh jaringan pipa yang mencapai ratusan kilometer secara bersamaan justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi yang lebih luas.
“Proses peremajaan pipa ratusan kilometer di bawah tanah tetap kami kerjakan. Kami prioritaskan dulu lokasi yang pipanya bocor. Kalau dilakukan secara masif sekaligus, tentu akan berdampak besar terhadap gangguan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Yudhi, Selasa (4/8/2026).
Sejumlah penggantian pipa transmisi telah dilakukan di kawasan Transad dan Grand City. Sementara pada jaringan distribusi, peremajaan dilakukan di Jalan MT Haryono dan Batu Arang.
PTMB selanjutnya akan melanjutkan penggantian jaringan di sejumlah titik dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan penanganan.
Tak hanya infrastruktur, PTMB juga mulai membenahi administrasi dan data pelanggan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data sambungan pelanggan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Yudhi mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 1.000 pelanggan yang tercatat menunggak pembayaran rekening air.
PTMB akan melakukan sensus sambungan pelanggan untuk memastikan status setiap sambungan, termasuk mengecek apakah rumah masih dihuni atau bangunan sudah tidak ada.
“Kami meminta pendampingan hukum, termasuk untuk proyek-proyek yang memiliki risiko besar. Kemudian untuk pelanggan yang menunggak dan tidak membayar akan dilakukan penertiban, bahkan sambungannya bisa diputus sesuai ketentuan,” jelasnya.
Menurut Yudhi, pembaruan data diperlukan karena masih ditemukan pelanggan yang tercatat aktif meski bangunan atau rumah yang terdaftar diduga sudah tidak lagi ada.
“Yang kami benahi ada dua. Pertama, fisik berupa jaringan pipa. Kedua, data pelanggan. Bisa saja datanya masih aktif, tetapi rumahnya sudah tidak ada. Itu yang sedang kami rapikan agar data pelanggan benar-benar akurat,” tutupnya.






