BALIKPAPAN– Komisi IV DPRD Kota Balikpapan terus menguatkan komitmennya dalam menangani persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius. Berbagai langkah strategis telah diterapkan, termasuk peningkatan gizi bagi ibu hamil dan anak-anak serta pengaktifan kembali pos pelayanan terpadu (Posyandu) di tingkat RT.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Yusdiana, menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan anak-anak.
“Kami saat ini fokus dalam penanganan stunting bersama OPD terkait. Peningkatan gizi ibu hamil dan anak-anak menjadi prioritas dalam upaya menekan angka stunting di Kota Balikpapan,” ujarnya, Minggu (9/2/2024).
Namun, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, angka stunting di Balikpapan masih mengalami kenaikan. Berdasarkan data terbaru, terjadi peningkatan sekitar 21 persen. Yusdiana berharap kondisi ini tidak terus berlanjut dan pihaknya akan terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan.
“Kami berusaha sekuat tenaga untuk menekan angka stunting dengan menggandeng Dinas Kesehatan dan berbagai pihak terkait. Kami juga akan mengoptimalkan peran Posyandu di setiap RT agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan,”tambahnya.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi serta pemantauan kesehatan ibu dan anak. Dengan revitalisasi Posyandu, diharapkan masyarakat lebih aktif dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Dengan mengaktifkan kembali Posyandu di tingkat RT, kami ingin memberikan pelayanan yang lebih optimal. Harapannya, ini bisa mempercepat penurunan angka stunting di Kota Balikpapan,” jelas Yusdiana.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menangani masalah kesehatan, khususnya stunting, yang dapat berdampak pada kualitas generasi mendatang.
Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan. Kami berharap upaya ini bisa berjalan maksimal sehingga kualitas kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak, semakin baik,” pungkasnya.






