Tanggulangi Krisis Air, Perumda Tirta Manunggal Gandeng Enable Project Inovasikan Pemanfaatan Air Hujan

BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manunggal Balikpapan (PTMB) menjalin kolaborasi strategis dengan Enable Project dalam upaya menjawab tantangan distribusi dan keberlanjutan air bersih di Kota Balikpapan. Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah pemanfaatan air hujan sebagai sumber alternatif di tengah krisis air yang kerap terjadi di wilayah pesisir ini.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret untuk menanggapi isu sosial dan lingkungan secara lebih progresif, sekaligus bagian dari transformasi model kerja sama pembangunan.

“Kami melihat bahwa saat ini bentuk kolaborasi tidak hanya berhenti pada Pentahelix. Sekarang berkembang menjadi Hexa Helix, dengan menambahkan unsur lingkungan sebagai pilar utama. Semua perusahaan yang ada di Balikpapan perlu menunjukkan peran aktifnya dalam isu sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Yudhi, PTMB kini mulai fokus mengembangkan potensi air hujan sebagai solusi inovatif. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air, strategi ini dinilai sangat relevan untuk masa depan kota.

“Isu air di Balikpapan selalu menjadi perhatian utama. Namun di balik tantangan itu, kami juga melihat peluang besar untuk melakukan inovasi, salah satunya dengan pemanfaatan air hujan. Ini bagian dari transformasi menuju keberlanjutan,” lanjutnya.

Kerja sama ini juga mendapat sambutan positif dari CEO Enable Project, Aina Tasya, yang menyebut kemitraan ini sebagai contoh nyata sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan lingkungan kota yang berkembang.

Enable Project sendiri dikenal aktif dalam pengembangan masyarakat dan inovasi lingkungan, sehingga kolaborasi ini diyakini mampu memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan di Balikpapan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa solusi krisis air tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga pada kolaborasi inovatif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *