BALIKPAPAN– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan paradigma pengelolaan sampah saat ini harus berubah. Masyarakat tidak lagi hanya diminta membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengelolanya langsung dari sumber, yakni rumah tangga.
“Dulu kita hanya mengenal slogan ‘buanglah sampah pada tempatnya’. Tapi sebenarnya itu hanya memindahkan sampah dari rumah ke tempat lain. Sekarang paradigmanya berubah, sampah harus dikelola dari rumah,” ujar Sudirman saat menjadi pembicara dalam talkshow gelaran YKB Kaltim di Lapangan Satbrimob Polda Kaltim, Sabtu (2/5/2026).
Menurut dia, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat yakni memilah sampah sejak dari rumah dengan menyediakan tempat sampah terpisah.
“Minimal siapkan tiga tempat, satu untuk sampah organik, satu untuk anorganik, dan satunya untuk B3 domestik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan mendukung ketahanan pangan. Sedangkan sampah plastik bisa disalurkan ke bank sampah dan B3 domestik dapat dikumpulkan pada drop box yang telah disediakan Pemerintah Kota melalui DLH,” jelasnya.
Sudirman mengatakan, volume sampah di Balikpapan saat ini mencapai sekitar 540 ton per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut akan semakin membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Namun, melalui kolaborasi berbagai pihak, DLH mengklaim telah berhasil mengurangi sekitar 120 ton sampah per hari.
“Alhamdulillah, dari jumlah tersebut kita sudah berhasil mengurangi sekitar 120 ton per hari berkat kerja sama semua pihak, mulai dari rumah tangga, RT, hingga bank sampah,” katanya.
Selain pengurangan sampah dari sumber, DLH Balikpapan juga mengelola sampah melalui fasilitas pengolahan seperti Intermediate Treatment Facility (ITF), khususnya untuk sampah pasar yang diolah menjadi kompos dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Persoalan sampah laut juga menjadi perhatian serius pemerintah kota. Setiap hari, sekitar 9 ton sampah laut diangkut dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan sampah plastik.
“Sampah laut ini umumnya terbawa arus saat pasang dan tertinggal ketika air surut,” ungkap Sudirman.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, DLH Balikpapan terus menjalankan berbagai program edukasi dan motivasi lingkungan, salah satunya melalui lomba Clean Green Healthy (CGH).
“Program ini bertujuan memotivasi masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih, hijau, dan sehat,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, DLH juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan menghadirkan muatan lokal Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di sekolah.
Dalam program tersebut, siswa diajarkan cara membuat kompos sejak kelas 4 hingga kelas 6 sekolah dasar.
“Harapannya, generasi muda bisa menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah ke depan,” tutupnya.






