TPS Liar Disulap Jadi Taman Hijau, DLH Balikpapan Tunjukkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang bersih dan nyaman. Kali ini, DLH berhasil menyulap bekas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di kawasan tanjakan Pupuk, Kelurahan Damai Bahagia, menjadi taman hijau yang bersih dan tertata.

Transformasi kawasan kumuh ini terwujud berkat kolaborasi antara DLH, UPTD Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Camat Balikpapan Selatan, serta aparatur kelurahan setempat.

“Kami bergerak bersama lintas instansi dan berhasil mengubah lokasi kumuh ini menjadi ruang hijau yang bermanfaat. Sekarang warga bisa menikmati taman, bukan tumpukan sampah,” ujar Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Jumat (30/5).

Dari Zona Kumuh ke Taman Asri

Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh. DLH memimpin pelaksanaan di lapangan, sementara UPTD Drainase DPU mengerahkan alat berat untuk mengangkut tumpukan sampah lama yang merusak pemandangan dan kenyamanan warga.

Pemerintah kelurahan dan kecamatan juga turun tangan untuk melakukan sosialisasi kepada warga, agar tidak kembali menjadikan lokasi tersebut sebagai TPS liar. Pengawasan rutin akan dilakukan guna memastikan taman tetap terjaga.

“Kami tidak akan membiarkan area ini kembali kumuh. Penindakan akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, karena membuang sampah sembarangan bukan hanya melanggar hukum, tapi merusak wajah kota,” tegas Sudirman.

Dasar Hukum dan Harapan DLH

DLH mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2022 dalam upaya penegakan hukum pengelolaan sampah. Masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan dan menjaga fasilitas publik yang telah dibangun.

“Inisiatif ini tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya ruang publik yang bersih dan sehat,” jelasnya.

DLH berharap taman eks TPS liar ini menjadi contoh sukses dalam menangani titik-titik pembuangan sampah ilegal secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar transformasi ini menjadi bagian dari budaya menjaga lingkungan.

“Kami sudah bersihkan dan benahi, sekarang giliran warga menjaga. Bersama kita bisa ciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan membanggakan,” pungkas Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *