Wali Kota Balikpapan Pastikan Warga Kurang Mampu Dapat Perlindungan Penuh

BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kota yang inklusif dan sejahtera. Melalui program-program unggulan di bidang kesehatan dan pendidikan, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa tak boleh ada lagi warga yang tertinggal hanya karena persoalan ekonomi.

Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah pembebasan iuran BPJS Kesehatan Kelas III bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU). Program ini menyasar warga pra-sejahtera yang belum mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah. Masyarakat yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri melalui kelurahan setempat.

“Kesehatan itu hak semua warga. Jangan sampai ada warga yang sakit tapi takut berobat karena tidak punya BPJS. Pemerintah hadir untuk melindungi,” ujar Rahmad kepada media, pada hari Senin (14/7/2025) saat ditemui di Jalan Tanjung Kelor RT 4 Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur.

Di bidang pendidikan, Pemkot Balikpapan juga memberikan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru dari tingkat PAUD hingga SMP. Tak hanya itu, orang tua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta juga bisa mendapatkan keringanan, karena pemerintah telah memberikan subsidi SPP bagi siswa-siswi di 13 sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah kota.

“Biaya masuk sekolah dan SPP akan kami akomodir. Pemerintah tidak membedakan apakah sekolah negeri atau swasta, selama anak-anak Balikpapan bisa sekolah, itu yang utama,” tegas Rahmad.

Ia menekankan bahwa setiap anak Balikpapan wajib bersekolah. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai dukungan, dan meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika ada anak di lingkungannya yang belum bersekolah.

“Saya minta, jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Kalau ada, segera laporkan. Tidak ada alasan lagi soal biaya. Pemerintah sudah bantu, bahkan sekolah swasta pun kami subsidi,” tandasnya.

Lebih jauh, Rahmad menyampaikan bahwa kebijakan ini bukan semata-mata jangka pendek, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Balikpapan. Pendidikan yang merata dan kesehatan yang terjamin adalah pondasi kuat untuk menciptakan generasi emas Balikpapan di tahun 2045.

“Kami ingin anak-anak kita menjadi generasi unggul. Masa depan Balikpapan ada di tangan mereka. Karena itu, negara harus hadir dari sekarang,” pungkasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif dan proaktif, Pemkot Balikpapan berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut serta menciptakan kota yang lebih manusiawi, sehat, dan berpendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *