Genjot Digitalisasi Pendidikan di Balikpapan, Disdikbud Targetkan Satu Kecamatan Satu Sekolah Rujukan Google

BALIKPAPAN-Balikpapan terus bergerak maju dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam dunia pendidikan. Hal ini sebagai bentuk komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Balikpapan yang unggul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar kini tidak hanya menjadi pilihan, tapi sebuah kebutuhan yang diupayakan secara serius oleh pemerintah kota.

Salah satu bukti nyatanya adalah penerapan sistem pembelajaran blended learning di sejumlah sekolah, seperti di SDN 009 Balikpapan Utara. Metode ini menggabungkan pembelajaran daring dan luring sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan modern.

“Kita sudah siapkan infrastruktur mulai dari jaringan internet yang kuat hingga fasilitas TIK dan pelatihan guru. Misalnya, kami memanfaatkan platform Google Meet sebagai sarana belajar online,” ujar Irfan, Senin (11/8/2025).

Tidak hanya satu sekolah, pemerintah kota sudah memiliki lima sekolah yang menjadi kandidat atau sudah berstatus sebagai Sekolah Rujukan Google (Google Reference School). Di antaranya SDN 009 Balikpapan Utara, SDN 015 Balikpapan Selatan, SDN 020 Balikpapan Barat, serta dua SMP Negeri di Balikpapan.

Pemilihan sekolah-sekolah tersebut bukan tanpa alasan. “Kami menilai kesiapan sumber daya manusia. Sarana dan prasarana mungkin sudah ada di banyak sekolah, tapi guru yang mampu mengoptimalkan teknologi belum merata,” kata Irfan.

Guru-guru di sekolah rujukan telah melewati proses asesmen khusus agar siap menjalankan program Kegiatan Sekolah Rujukan Google (KSRG). Saat ini, sekitar 80-90 persen guru di sekolah tersebut sudah memiliki sertifikasi KSRG.

Lebih jauh, Balikpapan menargetkan satu kecamatan memiliki minimal satu sekolah rujukan Google, membentuk sebuah distrik KSRG. Setiap distrik akan menjadi pilot project yang menginspirasi dan membimbing sekolah-sekolah lain di kecamatan tersebut untuk menerapkan teknologi pembelajaran digital secara optimal.

Program ini juga didukung langsung oleh Google for Education Indonesia, dengan pengawasan dan bantuan teknis dari pakar-pakar pendidikan digital dari Jepang dan Malaysia.

Momentum ini membawa kabar baik bagi Balikpapan. Wali Kota Balikpapan dijadwalkan menjadi pembicara di Yokohama, Jepang, pada Oktober atau November mendatang, sebagai contoh pemimpin daerah yang berhasil menerapkan KSRG. Sementara itu, Kepala Disdikbud Balikpapan akan menjadi pembicara di acara pendidikan nasional di Bali pada 24 Agustus 2025.

Irfan pun berharap, melalui program ini, Balikpapan bisa menjadi pelopor pendidikan digital di Indonesia, memperkuat kualitas belajar siswa, serta membekali guru dengan kemampuan teknologi terkini. “Digitalisasi pendidikan bukan sekadar tren, tapi keharusan untuk menciptakan generasi yang adaptif dan siap bersaing di era global,” tutup Irfan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *