Respons Cepat Pemkot Balikpapan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Isu Nasional

BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan respons cepat dan koordinasi intensif terus dilakukan, untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah isu beras oplosan yang sedang ramai di tingkat nasional.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyebut bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan bersama jajaran Dinas Perdagangan, Satgas Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga distributor lokal guna memastikan pasokan beras dan bahan pokok lainnya tetap aman.

“Kami setiap minggu rutin koordinasi dengan Satgas Pengendalian Inflasi dan saya ikut serta setiap bulan. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, bukan hanya saat krisis,” ujar Bagus, Selasa (5/8/2025).

Ia mengakui bahwa proses distribusi sempat melambat akibat kebijakan pemeriksaan ulang beras, khususnya kategori premium dan non-premium. Hal ini menyusul penguatan sistem pengawasan terhadap potensi beras oplosan yang sedang ditangani secara nasional.

Namun demikian, Bagus menegaskan, tidak ada kelangkaan stok. Kapal-kapal pengangkut beras dari Sulawesi dan Jawa Timur tetap masuk setiap hari, dan pasokan tersedia — hanya perlu proses sortir ulang yang membuat distribusi sedikit terhambat sementara. “Ini hanya persoalan teknis di lapangan. Bukan karena stok kosong. Dalam satu dua hari, dipastikan kembali normal,” katanya.

Pemerintah kota juga memperkuat kerja sama lintas sektor, seperti dengan Bulog dan Perumda, dalam menyalurkan beras melalui toko penyeimbang dan pelaksanaan operasi pasar di berbagai titik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga di tengah dinamika distribusi nasional. “Sistem distribusi kita sudah berjalan, Dinas Perdagangan juga langsung bergerak begitu ada isu oplosan. Tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Bagus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik menghadapi informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai melakukan aksi borong yang justru bisa mengganggu stabilitas pasar.

Menariknya, meski angka inflasi Balikpapan naik menjadi 1,77 persen pada Juni 2025, Bagus menilai kondisi ini bukan semata karena tekanan harga. Menurutnya, meningkatnya jumlah pendatang ke Balikpapan turut mendorong lonjakan konsumsi.

“Saya pikir ini bukan soal inflasi semata. Kebutuhan masyarakat memang meningkat karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Selama stok ada, harga pasti stabil,” jelasnya.

Pendekatan responsif dan kolaboratif ini, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga 11 komoditas pokok tetap aman dan terjangkau, sekaligus mendorong ketahanan pangan di tengah dinamika nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *