BALIKPAPAN — Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)yang baru dimutasi oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud agar memperkuat kinerja, menjaga integritas, dan menjauh dari praktik “titip jabatan” yang dapat mencederai profesionalisme birokrasi.
Pesan itu disampaikan Budiono usai pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan pada Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal wajar dalam sistem birokrasi, karena menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi serta membuka peluang bagi ASN berprestasi untuk naik jenjang karier. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus sepenuhnya berlandaskan aturan dan prinsip meritokrasi.
“Rotasi dan promosi memang dibutuhkan untuk penyegaran, tetapi harus sesuai aturan. Jangan sampai ada pejabat yang dimutasi karena faktor kedekatan atau alasan non-teknis,” ujar Budiono, Jumat malam (24/10/2025).
Isu Titip Jabatan Harus Dihentikan
Budiono menilai pergeseran sejumlah pejabat yang dilakukan Pemkot merupakan bagian dari evaluasi kinerja ASN. Sebagian ditempatkan pada posisi baru yang lebih sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Namun, ia juga menyoroti munculnya isu ASN yang mendekati kepala daerah untuk mendapatkan jabatan tertentu.
“Kalau ada ASN meminta jabatan ke wali kota, itu tidak benar. Semua proses berada di bawah BKPSDM dan harus berdasar kompetensi. Apalagi kalau sampai jabatan diperjualbelikan, itu pelanggaran serius,” tegasnya.
Fungsi Pengawasan DPRD Tetap Berjalan
Lebih lanjut, Budiono menjelaskan bahwa meski DPRD tidak berwenang menentukan jabatan ASN, lembaganya memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan mutasi dan rotasi berjalan sesuai aturan. Ia juga mendorong pejabat yang baru dilantik agar bekerja sejalan dengan visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD Kota Balikpapan.
“Pelayanan publik adalah tanggung jawab moral ASN. Masyarakat sudah membayar pajak, maka pelayanan administrasi, perizinan, kesehatan, dan pendidikan harus diberikan secara maksimal,” kata Budiono.
Harapan Terhadap ASN Baru
Budiono berharap, rotasi dan mutasi kali ini dapat menghadirkan birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan daerah akan terus meningkat.
“ASN harus menunjukkan dedikasi dan integritas. Rotasi bukan akhir, tapi kesempatan untuk membuktikan kemampuan dalam melayani masyarakat,” tutupnya.






