Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspada DBD dan Terapkan PSN 3M Plus Saat Musim Hujan

BALIKPAPAN – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya cenderung meningkat pada periode ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana, menjelaskan bahwa DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

“Pada musim hujan, banyak genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, langkah paling efektif bukan fogging, tetapi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M Plus,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Dony menjelaskan, 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur. Selain itu, warga juga diimbau untuk rutin memeriksa lingkungan sekitar rumah, seperti vas bunga, talang air, hingga tempat minum hewan peliharaan.

“Fogging hanya dilakukan untuk memutus rantai penularan, bukan sebagai langkah pencegahan utama. Jadi jangan menunggu disemprot baru bergerak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan fogging secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Kandungan zat kimia dalam fogging bisa menyebabkan keracunan jika dosisnya tidak tepat, merusak ekosistem lain, serta memicu resistensi nyamuk terhadap bahan kimia.

“Kalau disemprot terus tanpa pengawasan, nyamuk bisa jadi kebal. Sama seperti manusia yang minum antibiotik sembarangan,” jelasnya.

Dony menambahkan, bila ditemukan warga yang mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau muncul bintik merah pada kulit, sebaiknya segera melapor ke Puskesmas terdekat.

Pihak Puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lokasi untuk memastikan apakah terjadi penularan sebelum dilakukan tindakan fogging terarah. “Fogging baru dilakukan setelah ada hasil pemeriksaan lapangan dan ditemukan kasus positif di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sebagai penutup, Dony mengajak seluruh warga Balikpapan untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PSN 3M Plus secara rutin, agar kota ini terbebas dari ancaman DBD.

“Cegah DBD dengan PSN 3M Plus, bersama kita wujudkan Balikpapan bebas demam berdarah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *