BALIKPAPAN – Kondisi geografis Kota Balikpapan yang berbukit-bukit menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran air bersih ke permukiman warga. Terutama di kawasan dataran tinggi, masyarakat kerap menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air secara merata.
Keluhan tersebut mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Aminuddin, yang digelar di Lapangan RT 09 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Rabu (22/10/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Budhi Kesumah, Supervisor Distribusi Jaringan Wilayah 2 yang mewakili Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Kehadirannya untuk mendengarkan langsung aspirasi warga sekaligus menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan perusahaan dalam menjaga ketersediaan air di wilayah-wilayah rawan pasokan.
Kapasitas Produksi Belum Penuhi Kebutuhan
Aminuddin mengakui bahwa persoalan distribusi air bersih masih menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah daerah dan PTMB. Menurutnya, kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sementara kapasitas produksi belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan.
“Memang tadi ada disampaikan masalah PDAM. Pihak PDAM juga menjelaskan bahwa kebutuhan air di Balikpapan tidak sebanding dengan kapasitas produksi yang ada,” ujar Aminuddin.
Ia menambahkan, Pemkot Balikpapan bersama PTMB tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut secara bertahap. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain peningkatan kapasitas produksi air, pengembangan jaringan distribusi baru, serta optimalisasi sistem pompa dan reservoir di kawasan tinggi.
Warga Harap Perbaikan Infrastruktur
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan lain, seperti kondisi jalan lingkungan dan saluran drainase yang membutuhkan perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Aminuddin menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan menjadi bahan tindak lanjut DPRD dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Kami akan terus memperjuangkan agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih dan infrastruktur lingkungan, dapat segera terpenuhi,” tegasnya.
Pemerintah Kota bersama DPRD berharap sinergi antara masyarakat, PTMB, dan instansi teknis dapat mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air, sehingga seluruh warga—termasuk di kawasan tinggi—dapat menikmati layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.






