BALIKPAPAN– Menghadapi potensi cuaca ekstrem di musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menyiagakan personel selama 24 jam penuh setiap hari. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, agar seluruh unsur kebencanaan di kota ini selalu siap menghadapi kondisi darurat.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di enam sektor wilayah yang tersebar di seluruh penjuru kota. Setiap sektor memiliki jumlah personel yang berbeda, menyesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan lapangan.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, BPBD siaga 24 jam selama tujuh hari penuh. Personel kami bergantian tugas di enam sektor agar kesiapsiagaan bisa tetap terjaga,” ujar Usman, saat dikonfirmasi pada hari Minggu, (2/11/2025).
Menurutnya, dalam satu sektor terdapat antara 8 hingga 13 personel, tergantung kapasitas dan ketersediaan anggota di masing-masing wilayah. Tim ini bertugas memantau kondisi cuaca, melakukan patroli, serta siap turun jika terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang.
Adapun wilayah yang menjadi perhatian utama BPBD saat ini adalah Balikpapan Utara, mengingat curah hujan di kawasan tersebut cenderung tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan. Namun, kesiapsiagaan juga diberlakukan untuk wilayah Selatan, Tengah, dan Timur, yang tak luput dari potensi bencana serupa.
“Fokus kami saat ini memang wilayah utara karena curah hujan lebih tinggi. Tapi kami tetap siaga di semua sektor, termasuk wilayah tengah dan timur,” jelas Usman.
Dengan pola siaga bergiliran ini, BPBD Balikpapan memastikan seluruh tim tetap dalam kondisi prima namun responsif jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Usman juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, agar risiko bencana bisa diminimalisir.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah. Kami berharap masyarakat juga ikut peduli dan tanggap terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.






