DPRD Balikpapan Dukung Penguatan Lingkungan dan Ketahanan Pangan Skala RT

BALIKPAPAN– Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, M. Najib, menegaskan dukungannya terhadap visi dan misi Wali Kota Balikpapan dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman, hijau, dan berkelanjutan di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, tantangan yang muncul akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan masif perlu diantisipasi sejak dini melalui kebijakan yang menyentuh masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Dalam keterangannya di Kantor DPRD Balikpapan, Najib menyebut bahwa peningkatan arus urbanisasi akibat penetapan IKN sebagai pusat pemerintahan baru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, kepadatan penduduk, dan tekanan terhadap lingkungan. Karena itu, ia menilai penting adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Lingkungan yang mampu mengatur tata kelola wilayah dari tingkat RT dan kelurahan.

“Kalau kita bicara kenyamanan kota, ya harus dimulai dari hal kecil dulu. Bagaimana lingkungan bisa tertata, sampah terkelola, dan pendidikan anak juga terjaga,” ujar Najib, Selasa (4/11/2025) .

Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming). Menurutnya, masyarakat dapat berkontribusi dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam sayur, cabai, atau tanaman produktif lainnya. “Misalnya nanti ada satu RT yang disebut Kampung Pedas karena warganya menanam cabai semua. Itu contoh sederhana bagaimana kita menjaga ketahanan pangan dari lingkungan,” tambahnya sambil tersenyum.

Najib mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan instansi terkait untuk mengusulkan rancangan Perda Lingkungan sebagai payung hukum bagi program-program berbasis partisipasi warga. Melalui regulasi tersebut, pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi terbentuknya kampung tematik seperti Kampung Bunga, Kampung Sayur, dan Kampung Ketahanan Pangan Keluarga yang dikelola secara swadaya namun terintegrasi dengan kebijakan pemerintah kota.

“DPRD ingin masyarakat berperan langsung dalam menjaga lingkungan dan kemandirian pangan. Kalau semua dimulai dari hal kecil, hasilnya bisa besar,” tegasnya.

Najib menambahkan, pendekatan berbasis komunitas akan memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap lingkungannya sekaligus mendukung target Balikpapan sebagai kota penyangga IKN yang tangguh dan berkelanjutan. “Kalau masyarakat sudah sadar dan ikut bergerak, Balikpapan bisa menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman meskipun berada di gerbang IKN,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *