BALIKPAPAN — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan Bendung Pengendali (Bendali) yang berlokasi di belakang Pasar Segar. Proyek tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 80 persen.
“Saya lihat proyek bendali di belakang Pasar Segar sudah berjalan cukup baik dan progresnya sekitar 80 persen. Tapi jangan hanya berhenti sebagai penampung air hujan. Harus ada manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yusri saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, bendali dengan kapasitas besar ini dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola secara produktif. Air yang tertampung, kata Yusri, bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti penyiraman taman kota, mencuci kendaraan dinas, hingga mengisi tangki mobil pemadam kebakaran.
“Airnya bisa digunakan untuk hal-hal produktif. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bisa sangat besar, apalagi di tengah tantangan ketersediaan air bersih,” jelasnya.
Yusri menambahkan, konsep pemanfaatan air dari bendali sejalan dengan prinsip pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Pemerintah daerah, katanya, bisa berkoordinasi dengan dinas terkait agar air dari bendali dapat disalurkan ke fasilitas umum dan taman kota, bahkan mendukung lahan pertanian warga sekitar.
Namun, di balik potensi besar itu, Yusri menegaskan bahwa fungsi utama bendali tetap sebagai sistem pengendali banjir. Ia menilai keberadaan bendali di kawasan Pasar Segar berperan penting menahan debit air hujan yang biasanya mengalir deras ke wilayah MT Haryono dan Jalan Beller — dua kawasan yang sering terdampak banjir.
“Kita tahu beberapa titik itu langganan banjir. Dengan adanya bendali, air hujan bisa tertampung dulu sebelum mengalir ke bawah. Ini sangat membantu,” katanya.
Lebih lanjut, Yusri mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam membangun bendali di sejumlah titik strategis. Namun, ia mengingatkan pentingnya perawatan rutin dan keterlibatan masyarakat agar fasilitas tersebut berfungsi maksimal.
“Jangan sampai setelah dibangun, bendalinya tidak dirawat. Pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus bekerja sama. Warga juga jangan buang sampah ke saluran air karena itu bisa menyumbat dan mengurangi daya tampung bendali,” tegasnya.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan infrastruktur seperti bendali tidak hanya diukur dari penyelesaiannya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Bendali Pasar Segar bisa jadi contoh bagaimana infrastruktur sederhana punya manfaat besar jika dikelola dengan serius. Selain menekan risiko banjir, air hujannya juga bisa dimanfaatkan secara efisien dan ramah lingkungan,” pungkas Yusri.






