BALIKPAPAN — Menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin sinergi lintas sektor bersama Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)dalam upaya mitigasi serta pemantauan dini terhadap kondisi cuaca di wilayah kota.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa kerja sama antarinstansi menjadi kunci penting dalam menekan risiko bencana, terutama saat intensitas hujan mulai meningkat pada November ini.
“Dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, BPBD bekerja sama dengan Polri. Bentuk kolaborasi itu sudah diwujudkan dalam apel kesiapsiagaan heterologi yang melibatkan seluruh unsur di Balikpapan,” ujarnya di Balai Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025).
Usman menjelaskan, sinergi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mencakup langkah teknis di lapangan, seperti pengamanan jalur evakuasi, distribusi logistik, hingga dukungan komunikasi lapangan saat terjadi bencana.
Selain dengan Polri, BPBD juga menjalin koordinasi intensif dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca setiap hari. Informasi prakiraan dari BMKG menjadi dasar pengambilan keputusan cepat jika terdeteksi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, atau angin kencang.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG. Jika cuaca diprediksi memburuk, kami langsung menaikkan status siaga dan menyiagakan seluruh personel,” jelasnya.
Menurut Usman, BPBD Balikpapan memiliki 90 hingga 100 personel yang disiagakan selama 24 jam penuh dengan sistem dua shift. Mereka ditempatkan di posko utama maupun lapangan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan warga.
Bencana yang paling sering melanda Balikpapan, kata Usman, adalah banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko terdekat bila melihat tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah atau peningkatan debit air.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Kami berharap warga turut menjaga lingkungan agar risiko bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.






