BPBD Balikpapan Siaga Hadapi Musim Hujan

BALIKPAPAN — Menghadapi tingginya curah hujan yang melanda wilayah Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat sarana, prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor, dua jenis bencana yang paling sering terjadi di kota minyak ini.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan curah hujan di sejumlah kawasan menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat wilayah-wilayah dengan kontur tanah miring, terutama di daerah perbukitan dan pesisir, menjadi lebih rentan terhadap longsor dan genangan air.

“Balikpapan ini memang sering dilanda banjir karena curah hujan tinggi. Dampaknya, sering juga terjadi longsoran di daerah yang kontur tanahnya miring,” ujar Usman, di Balai Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025).

Usman menjelaskan, dari sisi peralatan, BPBD Balikpapan saat ini telah memiliki perlengkapan yang relatif memadai. Meski demikian, beberapa alat utama seperti perahu karet dan perlengkapan evakuasi banjir sudah perlu diperbarui agar tetap optimal saat digunakan dalam kondisi darurat.

“Secara umum peralatan kita cukup, tetapi tetap perlu pembaruan, terutama perahu karet karena titik-titik banjir di Balikpapan sekarang semakin banyak,” jelasnya.

Selain pembaruan peralatan, kebutuhan tambahan personel juga menjadi perhatian utama. Saat ini BPBD memiliki sekitar 90 hingga 100 personel yang berjaga selama 24 jam dengan sistem dua shift. Menurut Usman, jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan efisien.

“Kami butuh tambahan SDM, tapi sejauh ini sinergi dengan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat berjalan sangat baik. Antusiasme dan kepedulian warga Balikpapan juga tinggi,” ungkapnya.

Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat, termasuk dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi cuaca ekstrem secara real-time.

“Begitu ada peringatan dari BMKG, kami langsung siagakan personel dan perlengkapan di titik rawan,” tambahnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana dengan menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta menghindari pembukaan lahan liar di daerah lereng.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh warga. Kalau lingkungan terjaga, risiko bencana bisa diminimalkan,” pungkas Usman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *