BALIKPAPAN — Persoalan stunting masih menjadi perhatian serius di Kota Balikpapan. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menilai bahwa upaya penurunan angka stunting harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, tenaga medis, hingga masyarakat. Ia menyebutkan, berdasarkan data terakhir yang diterima, angka stunting di Balikpapan justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meski sebelumnya sempat menunjukkan tren penurunan.
Dalam wawancaranya di kantor DPRD Balikpapan, Gasali mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap stunting hanya disebabkan oleh kekurangan gizi. Padahal, menurutnya, persoalan ini jauh lebih kompleks. “Selama ini kita berpikir stunting hanya karena kurang gizi, tapi ternyata tidak sesederhana itu. Pola asuh, lingkungan, dan kondisi ekonomi juga punya pengaruh besar,” terangnya, Rabu (12/11/2025).
Ia menambahkan, sejumlah indikator seperti berat badan, tinggi badan, serta pola pertumbuhan anak harus menjadi perhatian serius. Stunting, lanjutnya, bukan semata soal asupan makanan, tetapi juga menyangkut perilaku keluarga dan kondisi lingkungan tempat anak tumbuh. “Lingkungan yang tidak sehat juga bisa memperparah kondisi anak. Karena itu, penanganannya harus menyeluruh dan terintegrasi,” jelasnya.
Gasali mendorong agar instansi terkait seperti Dinas Kesehatan (DKK), DP3KB, puskesmas, hingga kader kesehatan di tingkat RT, bersinergi dalam satu sistem kerja yang terkoordinasi. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar lembaga akan berdampak langsung pada efektivitas pelayanan di lapangan. “Harus ada gerakan bersama. Semua pihak, baik pemerintah maupun kader masyarakat, harus aktif turun tangan,” tegasnya.
Namun, Gasali juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Ia menilai masih ada sebagian warga yang bersikap pasif dan kurang peduli terhadap pendampingan yang diberikan pemerintah. “Pelayanan dari pemerintah sudah berjalan baik, tapi kalau masyarakatnya tidak ikut aktif, hasilnya tidak maksimal. Harus ada kerja sama dua arah,” ujarnya.
Memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Nasional, Gasali mengajak seluruh pihak untuk lebih terbuka dan bekerja sama menangani persoalan ini. “Jangan anggap stunting sebagai aib, tapi sebagai tantangan bersama yang harus kita selesaikan,” katanya.
Gasali menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan di Balikpapan. “Kami akan terus mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat agar generasi Balikpapan tumbuh sehat dan berkualitas,” pungkasnya.






