BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan jumlah sekolah berbudaya lingkungan di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui program Adiwiyata. Tahun ini, proses verifikasi lapangan (verlap) untuk Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) dan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) 2025 telah dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Informasi tersebut disampaikan Kabid PHPKLH DLH Kota Balikpapan, Siti Patimah, pada Rabu (26/11/2025).
Siti menjelaskan bahwa penunjukan sekolah yang menjadi lokasi uji petik dilakukan langsung oleh Tim Penilai Adiwiyata Pusat.
“Penentuan ini bersifat final dan tidak dapat diubah sehingga seluruh pihak diminta menyesuaikan proses verifikasi sesuai pedoman yang berlaku,” lanjutnya.
Ia menambahkan, bagi sekolah yang tidak masuk daftar uji petik, hasil penilaian tetap akan diumumkan bersamaan dengan sekolah lainnya pada akhir November 2025.
Salah satu sekolah yang menjalani verifikasi adalah SDN 017 Balikpapan Barat. Pada 12 November 2025, dua penilai pusat dari Pusdal LH Kalimantan, Yanthi Wednida Lumbangaol dan Fatimah Asih Nuraini, hadir langsung untuk menilai penerapan indikator Adiwiyata mulai dari pengelolaan lingkungan sekolah, kurikulum berbasis lingkungan, hingga partisipasi warga sekolah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari DLH Provinsi Kaltim melalui kehadiran Abdul Yamin, Agung Prio Utomo, dan Fitriani.
“Mereka memastikan seluruh tahapan verifikasi berjalan sesuai standar. DLH Kota Balikpapan juga berperan aktif melalui pendampingan teknis oleh Karina dan Robby H untuk memastikan kelengkapan data dan dokumen sekolah,” terangnya.
Selain pemerintah, Forum Adiwiyata turut mendampingi proses verifikasi melalui Siti Sunarmi, Nenden, dan Bahar. Kehadiran mereka membantu sekolah memahami setiap indikator penilaian agar mampu memenuhi standar Adiwiyata.
Dukungan serupa datang dari sektor pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, melalui Kabid PSD I Ketut Karton dan stafnya, turut hadir memastikan sinergi antara lingkungan dan kebijakan pendidikan tetap berjalan.
Dirinyaberharap verifikasi lapangan ini menghasilkan penilaian yang objektif, transparan, dan mendorong lebih banyak sekolah di Balikpapan dan Kalimantan Timur berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui verifikasi ini, kita berharap hasil terbaik bagi sekolah serta peningkatan komitmen terhadap budaya lingkungan,” ujarnya.






