BALIKPAPAN – Ancaman kesehatan mental di kalangan remaja terus meningkat. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya penguatan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.
Hal itu disampaikan dalam workshop yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Novotel Balikpapan, Minggu (3/5/2026), yang diikuti para guru BK se-Kalimantan Timur.
Menurut Hetifah, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini semakin kompleks, mulai dari perundungan, kekerasan, hingga fenomena digital seperti cyber bullying dan kecanduan media sosial.
“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat secara psikologis, bukan hanya mengejar nilai akademik,” ujarnya.
Ia menyebut lebih dari 80 persen remaja saat ini sangat dipengaruhi media sosial, bahkan tingkat kebahagiaan mereka sering bergantung pada respons di dunia digital. Selain itu, munculnya fenomena seperti gaming disorder juga menjadi perhatian serius.
Untuk itu, Hetifah mendorong agar layanan BK tidak hanya berfungsi sebagai penanganan masalah, tetapi juga diperkuat dari sisi promotif, preventif, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Peran membimbing dan memahami kondisi psikologis siswa tidak hanya tugas guru BK, tetapi seluruh pendidik,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah narasumber, di antaranya Nuraida Wahyu Sulistyani dari Fakultas Psikologi Universitas Tujuh Belas Agustus serta Diah Rahayu dari Himpunan Psikologi Indonesia Kalimantan Timur.
Para peserta juga mengungkap berbagai kendala di lapangan, seperti keterbatasan jumlah guru BK, tingginya beban kerja, serta meningkatnya kasus kekerasan di sekolah.
Para narasumber menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining kesehatan mental, peningkatan kompetensi guru, serta kolaborasi dengan tenaga profesional seperti psikolog.
Hetifah menegaskan, penguatan layanan BK harus menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
“Kesehatan mental anak adalah investasi masa depan bangsa. Negara harus hadir memastikan setiap anak tumbuh sehat, aman, dan berkarakter,” pungkasnya.






