BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dalam rangka menurunkan angka kurang gizi pada bayi Balita (Bawah Lima Tahun) dan Baduta (Bawah Dua Tahun) di Kelurahan Margasari. Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kegiatan ini dilakukan sebagai wujud nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan status gizi balita dan baduta. Bakti sosial ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang. Dodi menyampaikan kolaborasi semacam ini terus dilaksanakan untuk mendampingi perkembangan gizi anak dan edukasi terhadap orang tua.
“Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan, tetapi juga membangun pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar upaya menurunkan angka kurang gizi dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang berkelanjutan,” tutur Dodi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahanan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan (DP3AKB), Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Balikpapan Barat, Lurah Margasari, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kelurahan Margasari, Puskesmas Margasari dan orang tua dari penerima manfaat.
Dodi menegaskan bahwa program ini telah berjalan dari tahun sebelumnya yakni di Kelurahan Baru Ilir, Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Ulu. Penerima manfaat program kali ini sebanyak 10 anak.
“Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi yang melibatkan DP3AKB Kota Balikpapan agar Program Genting dapat berjalan dengan maksimal. Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan siap jadi kepada 10 anak selama 90 hari berturut turut di Kelurahan Margasari,” ujar Dodi.
Pemberian PMT pada balita kurang gizi bertujuan untuk memastikan bahwa balita mendapatkan akses yang memadai terhadap makanan bergizi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar para ibu memberi makanan pada balita yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.
Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Kota Balikpapan, Luluk Kumala Kafbiyah menyampaikan bahwa kondisi stunting di Kota Balikpapan tergolong tinggi. Perlunya pendampingan optimal dari orang tua untuk memastikan makanan sampai kepada anak.
“Stunting di Kota Balikpapan tergolong tinggi. Pertamina sudah memberikan dukungan pemberian makanan. Hal yang lebih penting setiap harinya adalah memastikan makanan untuk anak kita yang menjadi sasaran. Kita perlu mendampingi agar-anak mendapatkan pertumbuhan dengan baik. Kita pastikan cukup jumlahnya dan optimal serapannya,” ujar Luluk.
Pemberian makanan tambahan telah memenuhi standar gizi seimbang yakni mencakup karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral yang sangat dibutuhkan dalam menunjang tumbuh kembang balita. Pemberian makanan tambahan ini akan berlangsung selama 90 hari sesuai dengan kebijakan pemerintah. Proses pengadaan makanan dan pendistribusian akan difasilitasi oleh ibu-ibu di Kelurahan Margasari.
Perwakilan dari Kecamatan Balikpapan Barat, Eka Asmi Oktaviani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PPN Kilang Balikpapan atas kepedulian dan kontribusi dalam penurunan stunting di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pertamina RU V Balikpapan atas kepedulian dan kontribusinya dalam penurunan stunting di wilayah Balikpapan Barat. Hal ini menjadi penyemangat agar orang tua tambah memperhatikan tumbuh kembang anaknya,” ujar Eka.
Melalui kegiatan ini, seluruh stakeholder terus berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung program kesehatan pemerintah agar menciptakan generasi masa depan yang sehat di masa mendatang. Kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama.
Salah satu orang tua dari balita penerima manfaat, Agustiyani menyampaikan terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.
“Terima kasih Pertamina RU V atas bantuan PMT yang diberikan. Semoga PMT ini dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak saya,” tutup Agustiyani.






