YOGYAKARTA, kaltimonline.com – Perkembangan jaman kian maju memasuki era teknologi yang terus mengalami peningkatan pesat. Untuk itu Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper), Kutim terus berbenah dalam sistem program pendataannya yang dapat maksimal terkoneksi baik dari daerah hingga pusat.
Karena sistem data yang terkelola secara baik merupakan sentra penentu arah kebijakan di setiap intansi pemerintah yang bersumber dari data.
Tentunya data juga dapat diambil garis kesimpulan, diolah kemudian dipublish pada setiap kategori indikator tertentu.

Berkenaan dengan hal itu maka Kepala Diskominfo Staper Kutim Ery Mulyadi mengutus perwakilan Sekretarisnya Rasyid turut hadiri pembekalan Pelatihan Penguatan Peran Walidata Dalam Penyelenggaraan Satu Data Kutai Timur.
Tentunya agenda tersebut sangat penting dihadiri terlebih Diskominfo Staper Kutim terbilang Wali Data.
“Artinya sebagai sarana Satu Data Kutai Timur, melakukan Pelatihan Penguatan Peran Walidata Dalam Penyelenggaraan Satu Data Kutai Timur yang menjadi satu komponen penunjang data nasional bernama Satu Data Indonesia,”jelas Rasyid
Yang mana pelaksanaan selain diikuti Bidang Statistik Diskominfo Staper Kutim turut dihadiri instansi terkait yang berkompeten seperti Perwakilan Bappeda Kutim, Dinas Kominfo Kabupaten Bantul.
Jalannya kegiatan terhitung dari Senin (15/5) sampai dengan Rabu (17/5) 2023 yang berlangsung tiga hari.
Adapun narasumber pelatihan dari
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Hotel Neo, (15/05/2023) baru – baru ini
Saat mengikuti pelatihan Sekretaris Diskominfo Staper Rasyid membawa sekaligus membawahi beberapa staff. “Satu Data Kutai Timur untuk menunjang pengambilan kebijakan agar lebih tepat, terarah dalam mendukung pembangunan Kutim,” tegas Rasyid.
Rasyid mengatakan dengan adanya data dapat memberikan gambaran secara update dan aktual. “Dengan sistem data yang naik dapat menjadi acuan barometer terhadap suatu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dalam mengendalikan suatu arah pembangunan hingga dampak manfaat dirasakan terarah dan tepat sasaran. “Begitu juga hal nya dengan peran Perangkat Daerah (PD) merupakan indikator penting dalam menyukseskan sistem data. Pelatihan dapat memberikan performa kualitas untuk terus mengasah dan mempertajam spesifikasi keahlian dalam mewujudkan Satu Data Kutim sehingga dapat benar – benar berjalan serta memberikan pembelajaran yang berarti dengan menyerap ilmu diluar daerah.”Apakah masih ada yang kurang, ataukah sudah baik. Nah kita sekalian evaluasi di sini, sekaligus sharing permasalahan yang terjadi. Serta melihat solusi yang sudah diterapkan oleh daerah lain,” ucap matan Irban Itwil Kutim.
Rasyid kembali menjelaskan nantinya jajaran terkait sepulang dari pelatihan dapat menyerap wawasan baru agar kedepannya dapat langsung dipraktekkan. (adv/Diskominfo Staper Kutim)






