RINDANG BENUA, kaltimonline.com – Kearifan estetika tradisi, berkesenian suku khas dayak lokal Kabupaten Kutai Timur mampu mengangkat potensi budaya yang turut memperkaya potensi yang ada.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono. “Untuk itu Disdikbud Kutim terus mengajak semua kalangan masyarakat andil dalam pelestariannya,” terangnya saat diwawancarai wartawan secara terpisah Senin (29/5/2023).
Kadisbud Kutim mengatakan sebagai bentuk kepedulian akan nilai – nilai Kebudayaan, maka belum lama ini Sabtu (27/5/2023) digelar event tahunan bertajuk Bangan Lepak Majau tradisi leluhur (turun menurun) suku Dayak Kenyah.”Yang mana menurut warga Dayak Kenyah di Kutim, makna dari Bangan Lepak Majau yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena telah dikaruniai hasil panen yang melimpah,” ujar Mulyono.
Mulyono mengungkapkan acara sakral Bangan Lepak Majau dirangkai pula dengan pagelaran tari – tarian adat Dayak Kenyah.
“Perlu diketahui suku Dayak Kenyah banyak berdiam di Desa Rindang Benua, Km 10 poros Sangatta – Bontang dikecamatan Sangatta Selatan. Maka dari itu festival budaya dituan rumahi desa setempat,” beber Mulyono.
Mulyono menerangkan pada informasinya selama kegiatan berlangsung banyak diisi acara hiburan budaya dan seni tari. “Membanggakannya lagi pada kesempatan tersebut turut menghadirkan para duta
Budaya Kutim. “Melalui Duta Budaya inilah peran penting dalam memperkenalkan budaya Dayak Kenyah di tanah bumi etam Kutim. Sebelumnya kontes serupa pernah terlaksana pada tahun 2009 lalu,” ucapnya Kadisdikbud lagi.
Sementara perwakilan Duta Budaya Kutim tahun 2022 Handi mengakui, dalam acara itu merupakan kunjungannya yang kedua kali.
Setiap kali ia menyambangi tempat ini, selalu ada kesan tersendiri. Seperti bisa mengenal lebih jauh lagi kearifan lokal yang ada, mengeksplorasi ragam budaya suku asli kalimantan, serta ikut berpartisipasi dalam melestarikan kebudayaan khas daerah khususnya dari Kutim.“Kita sebagai generasi muda harus ikut andil dalam mengembangkan pariwisata yang ada di daerah masing-masing, sebagai penerus bangsa secara tidak langsung kita mengemban peranan yang sangat penting, yaitu melestarikan budaya yang tidak lain juga merupakan identitas bangsa ini” tutupnya.(adv/Diskominfo Staper Kutim)






