KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Irma Yuwinda menetapkan bagi 18 satuan pendidikan terbaik dalam pengimplementasian jaga.id maka akan diberi kesempatan untuk ikut benchmarking ke Bali.
Saat dikonfirmasi terkait akan hal itu, Selasa (27/11/2023) Sekretaris Disdikbud Kutim menyebutkan pasalnya, kegiatan di Bali sekaligus sasaran kunjungan
KPK RI dalam pengimplementasian jaga.id.“Setelah saya lihat, ternyata yang menjadi brenchmarking pelaksanaan jaga.id adalah Bali, makanya KPK melakukan kunjungan ke Bali untuk melihat pelaksanaan jaga.idnya,” terang Irma
Atas dasar itulah, Irma memberikan apresiasi bagi satuan pendidikan yang mampu melaksanakan jaga.id dengan kategori terbaik.
Awalnya, Irma menawarkan 10 satuan pendidikan terbaik, namun melihat antusias dari peserta yang hadir, kepala sekolah dan operator, maka disepakati menjadi 18 terbaik.
“Oleh karena itu, tahun 2023 nanti kita tetapkan 10 terbaik untuk melihat benchmarking ke Bali,” ucapnya.
Mendengar hal itu, tentunya peserta sangat bersemangat dan antusias hingga akhirnya disepakati kembali menjadi 18 terbaik yang akan diberangkatkan ke Bali untuk benchmarking.
“Adapun 18 terbaik yang terpilih nantinya akan kita bahas bagaimana teknisnya, apakah setiap kecamatan atau yang lainnya,” tutupnya.(adv/diskominfo staper kutim)






